Tips beternak perkutut bermodal cekak


Mulyano Kal bf paling kanan

Majalah burung pas.com beternak burung perkutut cukup mengasyikan. Namun terkadang di jumpai,bahkan calon peternak juga sering mengalami kendala,untuk itu media online ini berusaha membantu anda untuk mencari solusinya, agar dapat meraih prestasi dalam beternak.

Bagi yang berminat meskipun hanya bermodal  pas-pasan (cekak) tak usah  minder. berikut ini kami telah merangkum berbagai pengalaman dari para peternak perkutut di Pulau Jawa.

Tentu saja muatan ini juga telah kami olah dan konsultasikan kepada para pakar serta sumber yang telah melakoninya. Termasuk satu peternak yang membagikan pengalaman yaitu  Bapak Mulyatno asal Kebumen Jawa tengah.

Ia telah melakukan hal ini semenjak 11 tahun yang silam dengan memakai indukan biasa-biasa saja (bukan dari peternak handal di tanah air). Tapi hasilnya sudah lumayan dan bisa dijadikan sebagai suri tauladan bagi pemula ataupun bagi yang berkepentingan.

Dalam beternak Burung perkutut kita perlu melakukan kreatitas dalam memilih indukan, namun secara tahap demi setahap agar mencguasai karakter indukan, Kita juga perlu bersabar dan telaten akan hal ini  sebagai bahan pertimbangan kemudian untuk memilih indukan :

Ia mengkombinasikan Indukan jantan dengan suara tebal, ketukan tengah banyak (rengket tidak apa-apa), tidak ngujung juga tidak apa-apa, asal suara jangan patah ngunci, Pilih betina dengan suara nyuling dan sedikit ngujung.

Alternatif lainnya adalah cari jantan dengan suara nyuling (kecil) sedikit ngujung dan betina dengan volume suara besar dan tebal. 

Dalam pemilihan indukan jantan dan betinanya diupayakan memiliki air suara (latar) yang tebal, kering dan bersih serta ditunjang dengan irama yang baik (ayu).

Kombinasi yang baik ini Insya Alloh akan diturunkan kepada anak-anaknya.

 Begitu kira-kira sebagian besar materi ternak kami. Dari hasil pantauan kami dalam mengembangkan lebih dari 60 pasang perkutut dari farm sendiri maupun farm kawan-kawan, didapatkan kenyataan, bahwa hasil breeder yang didapatkan 99 % diturunkan dari kedua induknya (bukan dari darah, kakek/nenek ataupun paman tetapi dari kualitas induk).

Hal ini sesuai dengan metode yang dipakai oleh breeders berbagai macam hewan maupun ternak di dunia yang menganut metode pemilihan indukan berkualitas (individual selection) dan bukan family selection atau blood line selection.

Metode ini ternyata mempunyai tingkat kemelesetan yang jauh lebih rendah dibandingkan metode family dan blood line selection. red*

 

Sharing Berita

Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi