Metode ternak perkutut Bloodline, & Individual selection
Kndang ternak perkutut
Artikel Ilmiah, Muatan Majalah burung pas.com, dalam beternak perkutut perlunya menimbang dan memperhatikan induk yang akan di pakai untuk beternak serta Berdasarkan hasil pengamatan dan pengalaman, apabila memakai system atau menganut metode pemilihan indukan berkualitas (individual selection) dan bukan family selection atau blood line selection, pasti hasil yang di dapat ada perbedaan.
Metode ini ternyata mempunyai tingkat kemelesetan yang jauh lebih rendah dibandingkan metode family dan blood line selection. diperoleh hasil kualitas anak seperti di bawah ini :
Piyik bisa bervariasi, dengan mutu di atas atau dibawah mutu indukkan.Tetapi perbedaan di atas atau dibawah mutu indukan mempunyai batas tertentu.
Dengan crossing yang benar, maka didapat piyik yang kualitasnya lebih baik dan lebih rendah dari suara indukan, sehingga piyik yang kualitasnya lebih baik dari indukan bisa dipakai sebagai indukan yang bisa menghasilkan piyik yang lebih baik.
Kombinasi mutu pada anak tersebut dapat diuraikan sbb :
Suara mirip induk jantan atau betinanya. Mewarisi kekurangan induk jantan dan kelebihan betina atau sebaliknyaMewarisi kelebihan induk jantan dan betina.Mewarisi kekurangan induk jantan dan betina.
Pengaruh kekuatan gen, sangat menentukan munculnya mutu induk yang memiliki gen dominan (kuat) terhadap induknya yang memiliki gen resesif (lemah)
Faktor eksternal yang mempengaruhi, misalnya gizi makanan, kebersihan, cuaca dan sinar matahari.
Kemungkinan variasi ini sesuai dengan hukum Mendel, dan kemungkinan mana yang paling mungkin muncul banyak tergantung dari berbagai faktor baik yang internal maupun eksternal. Red *
