Lomba perkutut pesertanya tak ada kasta " Jadi lebih familier"
BAMBANG GUNTORO DAN PRABUKUSUMO
Majalahburungpas.com online, Lomba perkutut bagi penggemar merupakan rangkaian dari kegiatan memelihara burung perkutut. Lomba juga berfungsi sebagai sarana komunikasi antar pecinta burung, selain juga merupakan salah satu ajang lobi-lobi bagi keduanya.
Menariknya peserta lomba perkutut itu tidak mengenal kasta atau derajat di antara mereka, sehingga menjadi bumbu serta pembalut yang saling menguatkan, hingga terjadi pertemanan yang lebih familier.
Seperti halnya dua kung mania di muatan ini yaitu Bapak Bambang Guntoro asal berbah tampak dari kiri, dan Bapak Prabukusumo kanan asal Kraton Yogya merupakan bagian kung mania di Yogyakarta.
Prabukusumo sendiri sebenarnya tokoh lama di perkutut, tetapi 7 tahun absent tidak muncul karena kesibukan di berbagai organisasi, termasuk parpol yang kini di good by kan H. Prabukusomo sebab dinilai kurang respon dengan keistimewaan DIY.
Kembalinya di arena kontes burung, tentu saja membawa semangat tersendiri, khususnya bagi kung mania Jogja.
Di lomba perkutut setelah lama tidak hadir, Prabukusumo sempat kaget karena perkembangan suara perkutut, kini bisa lebih maju dan variatif baik suara tengah maupun suara ujungnya yang bisa pajang.
Sedang Bambang asal berbah tersebut, meskipun baru 1,5 tahun terjun di perkutut, tetapi besutannya juga sering mocer, menekan laju perkutut milik para tokoh lama.
Ia pun sangat bangga dengan perkutut Elpatanya, meskipun bila di amati sudah berkali kali ganti burung, tetapi berkat kegigihan Elpata Bambang selalu memakai nama tersebut.
Tak heran apabila Elpata yang sering menghiasi juara di DIY itu, meskipun sudah sering berganti burung, tetapi nama tetap di pakai.
Ketika di sodok pertanyaan, Bambang menjawab Elpata akan saya pakai terus OOM, karena pertama kali muncul di Wonosari tahun 2010 yang lalu ”pungkasnya. * Nur/Fiq*
