Siapa bilang beternak kelinci tidak menguntungkan
Slamet peternak kelinci di Terbah Patuk Gunungkidul, sukses berkat ternak kelinci
Gunungkidul majalahburungpas.com, Ternyata beternak kelinci tidak sulit untuk di jalankan walaupun itu di daerah pegungan. Salah satu peternak kelinci pada muatan ini bernama Slamet, Ia awalnya hanya bermodalkan kemauan serta bermodal nekat selain juga minim dana.
Peternak ini adalah perintis di daerahnya dan hanya sendirian saat masyarakat mengenal hewan yang lain seperti sapi, kambing dan ayam. Tetapi Slamet justru malah fokus menekuni bidang ternak kelincinya.
Kini perkembangan kelinci yang makin luas, dia juga merangkul para tetangganya agar populasi kelinci bisa lebih banyak terutama di daerahnya, maka bersama kelompoknya lantas mengorbitkan nama kelompok ternak kelinci "Barokah.
sebagai perintis, tentu pengalaman yang di miliki dapat di jalankan, terutama teman dan tetangganya.
Sebelum kelompok ternak kelinci Barokah Berdiri di tahun 2011, saya di tahun 2005 sudah beternak kelinci mulai dari berbagai jenis kelinci seperti anggora,flam, rex, dug, fujilob, hingga beranak pinak "kata Slamet
MARKET PASAR
Kini hasil rintisannya berkembang hingga mencapai 20 orang anggota. Ketika media ini menanyakan beberapa hal, termasuk Penjualannya, pria ini menjawab bahwa, kelinci di ambil konsumen untuk keperluan di ternak dan di sate.
Dalam penjelasan yang lain, para pelanggannya datang dari klaten, Jogja, Solo, serta Masyarakat sekitar. Untuk harga anakan terendah Rp.60.000 untuk satu pasang, termahal Rp. 200.000 perpasang yang jenis pujilob.
Beternak kelinci sebenarnya cukup menjanjikan, oleh sebab itu kelompok kami serius dalam mengelola ussaha sehingga satu peternak memiliki sedikitnya 15 ekor, dan terbanyak 25-30 ekor. Saya dulu di tahun 2009 memiliki kelinci hingga ratusan dan hasilnya tidak kurang dari 2 jutaan perbulan, “kata slamet
Lekaki muda itu sebelumnya pernah mencoba ternak ayam kampung, namun karena kurang berhasil maka beralih ke kelinci, dan Alhamdulillah, sektor perkelincian dapat meningkatkan tarap pendapatan.
Nah karena sudah melakoni, yaa saya lebih pilih kelinci dari pada sapi, alasanya ketika saya hanya butuh dana kecil semisal Rp. 60 ribu, langsung bisa menjual satu ekor, dan tak harus menjual semuanya " kata Slamet
Terkait harga jual atau beli untuk indukan kelinci pujilob Pria ini pernah menjual satu ekor Rp. 500 ribu. Slamet yang menginginkan agar kawan-kawan di desa bisa lebih maju, maka tak perlu ragu untuk beternak kelinci,selain jangan kalah dengan orang kota "pungkasnya
DAPAT BANTUAN RP. 75 JUTA RUPIAH
Slamet juga menyampaikan Kelompok kelinci Barokah ini, pernah di bantu pemerintah dari dinas peternakan, Rp. 75 juta pada 2011, dan Dana hibah tersebut telah di belikan kelinci 300 indukan.
Dengan kepercayaan dari yang terkait karena manajement cukup oke, lantas bantuan hibah akan di tambah lagi, tetapi Mas slamet Selaku ketua kelompok agar yang lain bisa maju maka dana tidak di terima, sehingga memberi wawsana agar bisa di alihkan kepada kelompok yang lain agar bisa merata.
Sebenarnya setelah menjadi ketua kelompok, saya ingin usaha dengan dana sendiri, karena bisa bebas. “Kata Slamet yang terpantau juga mulai beternak Burung jalak suren, love kepala emas, hijau dan pastel,sebanyak 6 pasang dan jalak suren 4 pasang, meskipun pula itu baru level pemula. “pur”
Sharing Berita
Berita Terkait
- Mayoritas petani penggarap sawah di kecamatan Patuk masih pakai sapi
- Paud KB Melati di bekali pendidikan drumband dan tari tradisional
- Pohon termas sebagai alternatif mengobati penyakit hepatitis ?
- Siapa Bilang Beternak Ayam Onagodori Sulit
- Transaksi kenari di Kios Kliwon membakar semangat
- Supangat Sukses dari hasil Tamanan Keras,
- Warsono Gunungkidul, Breeding derkuku bisa menghilangkan penyakit kanker ?
