Mayoritas petani penggarap sawah di kecamatan Patuk masih pakai sapi
membajak swah dengan sapi masih menjadi primadona petani di Gunungkidul
Pertanian majalahburungpas.com, musim panen padi dan berlanjut menggarap sawah merupakan pekerjaan para petani, apalagi sawah yang akan di gemburkan airnya melimpah.
Tentu dengan melimpahnya air tersebut petani akan dapat dengan mudah membajak sawahnya. Seperti halnya ketika media majalahburungpas.com ini melintasi jalan Sumilir Tawang Ngoro-oro Gunungkidul ini, satu pasang sapi di pergunakan untuk membuat lahan pertaniannya.
Ketika di tanya soal kerja dengan membajak masih pakai hewan sapi, petani yang enggan di sebut namanya itu mengatakan, proses penggarapan lahan yang baru saja panen, tanah yang sudah melimpah air ini kemudian di bajak. Hal ini agar dapat membalik-balik tanah agar bisa lunak, dan setelah proses pertama selesai, barulah tahap kedua tanah digemburkan dengan agar menjadi lumpur dengan cara hasil bajakan tadi di garu / tanah di perlembut.
Kemudian setelah dua proses selesai petani juga membikin tanggul/pematang sawah agar lebih rapi dan tertata, yang terakhir lahan sawah, kemudian di tanami. “kata petani tersebut.
Di tanya soal membajak masih eksisis dengan hewan sapi, petani ini berpendapat, yaa agar lebih ngirit, selain ketika hewan mengeluarkan kotorannya juga untuk memberikan pupuk alami lewat kotorannya. Di lain itu lahan sempit juga tak mungkin pakai sapi mesin atau hand traktor “Ujarnya bercanda. Dari luas tanah sekitar 150 meter persegi tersebut menghasil padi setiap kali panen sekitar 4 karung pakan ayam basah atau 3 sak kering.
Meskipun sudah zaman modern, Mas, saya tetap akan memakai sapi, terlebih sapi bisa jalan sendiri, tidak seperti sapi besi, jalannya pakai solar dan bensin “kata petani yang sawahnya bila musim panas, kering tersebut sambil menutup sekilas pertanyaan dari media online majalahburung ini. Terpantau di daerah ini atau di Kecamatan Patuk mayoritas dalam menggemburkan sawahnya para petani tetap pakai sapi Team red”
Sharing Berita
Berita Terkait
- Siapa bilang beternak kelinci tidak menguntungkan
- Pohon termas sebagai alternatif mengobati penyakit hepatitis ?
