SLB juga bisa gelar simulasi penanganan gempa


PENJELASAN DI SLB SIMULASI

Warta kampus sajian majalahburungpas.com, Siang itu  cuaca cukup cerah meski di dalam ruang terasa gerah. Seperti hari biasanya  anak-anak SLB Pamardi Putra melakukan kegiatan belajar.

 Namun tiba-tiba  tembok kelas bergoyang. Para siswa dan guru pun panik.Tak mereka berebut lari keluar dan berhamburan di tanah lapang. Rupanya gempa baru saja mengunjang. Bersyukur meski ada gempa tetapi mereka tak ada yang terluka.

            Suasana kepanikan atas  adanya gempa  di atas bukanlah gempa  sungguhan. Namun sebuah simulasi yang dilakukan siswa-siswi, guru  dan wali murid SLB Pamardi Putra dalam kegiatan sosialisasi dan simulasi dalam  kesiapsiagaan menghadapi musibah gempa bumi.

            Menurut Kepala dsekolah SLB Pamardi Putra, Sri Muji Rahayu MPd kegiatan sosialisasi serta simulasi tanggap bencana ini merupakan program yang dicanangkan Direktorat Jendral (dirjen) Pendidikan Pemuda dan Olahraga agar para guru, orang tua dan anak didi, terutama yang memiliki kebutuhan khusus nantinya siap bila terjadi bencana.

            Ditambahkannya SLB Pamardi Putra yang saat ini memiliki 60 peserta anak didik harus  dibiasakan menghadapi keadaan yang sewaktu-waktu dapat terjadi,  seperti gempa bumi. Sehingga nantinya resiko yang akan terjadi dapat dihindari.

            Sementara itu Nurul Hidayati dari PLB Dikmenpora DIY mengatakan Indonesia merrupakan daerah rawan bencana. Seperti gempa bumi,tsunami,banjir, longsor, gunung meletus dan puting beliung, dimana bencana tersebut dapat terjadi kapan saja, sehingga dibutuhkan kesiap siagaan dalam penanggulangan bencana.

            Lebih jauh Nurul  mengungkapkan karena suatu bencana  tidak  bisa dipredeksi kapan terjadinya, maka semua komponen masyarakat harus mempersiapkan diri sewaktu-waktu terjadi bencana.

Meski kita selalu berharap bencana tidak menimpa masyarakat. Dan dengan kegiatan ini merupakan materi pembelajaran yang tersirat  dan sangat bermanfaat bagi semua, khususnya anak didik yang berkebutuhan khusus. anjar

 

Sharing Berita

Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi