Perempuan Sepuh tidur beralaskan galar rumahnya hampir roboh dapat raskin masih disuruh beli
TUNEM TERTIDUR PULAS TANPA MENGHIRAUKAN RUMAHANYA YANG ME,MILIKI POTENSI ROBOH
Gunungkidul media media hobi majalahburungpas.com, Wanita lansia yang tinggal di Dusun Ngrandu, Rt 006/001, Desa Katongan, Kecamatan Nglipar ini, terbilang ngeri dan cukup memperihatinkan, pasalnya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya hanya mengandalkan uluran tangan dari tetangganya.
Di lain kabar rumah layak huni bantuan pemerintah di lain daerah akan di turunkan kepada orang miskin, membuat warga yang tak mmeiliki rumah layak huni hanya akan menghiasi mimpi dan kabar yang tak akan pernah tersentuh oleh wanita yang satu ini.
Tunem kadang buruh angkut kayu tetapi karena tenaganya sudah tak kuat semasa muda job yang di terima terpaksa di tolak, dan beralih sebagai penyapu halaman orang lain di lakukan, demi sesuap nasi.
Rumah yang di tinggali juga hasil pemberian orang yang dulunya ada orang yang peduli,
tinggal ditanah orang dan tanpa memiliki penghasilan
yang pasti membuat Tunem yang telah berumur hampir 100 tahun ini kian merana.
Tidur beralaskan galar (pecahan bambu) dan di kerubungi tumpukan wajan menjadi santapan keseharian dalam hidup Tunem yang memang hidup sebatang kara.
Sepertinya saudara-saudaranya pun sudah tidak peduli akan keadaan Tunem yang membutuhkan bantuan, sehingga hanya Edi Sutrisno,56, tetangga yang bukan garis keluarga sejak dari dulu dirinya memberikan makan kepada Tunem.
Kepada wartawan majalahbuurngpas.com, Edi menguraikan Tunem ini memang jauh dari informasi saudara-saudaranya bhakan bisa di bilang tidak mau menerima, melihat kondisi itu sekitar 20 tahun silam lantas Tunem atas panggilan hati untuk kemanusiaan maka ditempatkan disamping rumahnya walaupun berupa gubuk berukuran kecil. Tunem awalnya mengalami trauma pada saat bencana alam waktu jaman dulu saat diajak ke barak pengungsian ketika itu.
Awak media pastvnews.com, saat kroscek dan mendatangi rumahnya Tunem sedang tidur terlelap bersama tumpukan barang-barang perabot alat alat masaknya’ Dia sudah sepuh dan saat di ajak bicara dengan orang lain kadang kurang nyambung
Ketika wartawan media majalahburungpas.com, ini memeriksa rumah berdinding bambu dan tak layak huni bagi manusia sempat terperangah dan hanya bisa berkata memprihatinkan bagi yang melihatnya, rumah yang Dia tempati reot seperti kandang kambing, rumah yang dihuni Tunem rawan dan membahayakan karena tiang –tiangnya sudah tidak berdiri tegak dan dinding gedeknya di makan rayap.
Ironisnya pemerintah desa maupun dari dinas social kabupaten Gunungkidul tidak memiliki terdata, apalagi saat dapat jatah raskin justru harus membayar, ada tuh yang PNS malah dapat jatah Raskin ‘kata Edi Sutrisno selaku perawat Senin 12 desember 2016.
Edi Sutrisno kepada awak media ini berharap ada perhatian dari pemerintah syukur-syukur ada dermawan yang mau memperhatikan gubuk reotnya tersebut, guna memperbaiki rumah Tunem yang doyong nyaris hampir roboh di makan kemiskinan.
Detik detik akan pindah ke lain tempat awak media ini kaget Tunem terbangun, dan berkata, opo PNS sing kae opo luwih rekoso katimbang aku lee ..? mosok sik urip koyo ngene raskin isih kon tuku ' sontak para wak media terdiam. dan hanya menulis seperti dalam muatan seperti ini.
(Tunem 'berkata apa PNS yang itu apa lebih miskin dari pada saya y? masak yang hidup seperti ini beras untuk orang minkin 'Raskin' masih di suruh beli raskin)
Tunem ini juga manusia ‘ oleh sebab kata dalam Pancasila , Katanya ‘di ajarkan Kemanusiaan yang adil dan beradap ‘ Tentu dengan adanya ajaran itu “Saya berharap ada perhatian dan bantuan syukur-syukur para dermawan mau merehap rumah yang hampir ambruk ini. Tutup Edi. Fid/Run
Sharing Berita
Berita Terkait
- Inilah Kisah Perayaan Dan Legenda Rabu Pungkasan Bantul
- Di Dera iIsu Bubar Jurug Taman Sari Malah Sukses Dapat Pengesahan Menkundang RI
- Kpk hibahkan 6 truk damkar dan 3 bus ke pemkab bantul sejak 2 november 2016
