Kontingen Komodo Meriahkan Festival Pelangi Budaya Bumi Merapi
Dok.foto. "ilustrasi comodo" new 7 wonder
SLEMAN – Majalah burung pas.com,gelaran event wisata budaya dengan tajuk “Festival Pelangi Budaya Bumi Merapi” pada Sabtu – Minggu 19 dan 20 November 2011 yang dipusatkan di Lapangan Candibinangun Pakem Sleman berjalan dengan cukup meriah. Meskipun rencana kirab budaya sempat dibatalkan akibat hujan, namun display peserta di Lapangan Candibinangun cukup mendapat respon dari para pengunjung. Bahkan “Kontingen Komodo” dari STIPRAM Yogyakarta tampil mempesona dan memperoleh perhatian lebih.
Demikian dinyatakan Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Disbudpar Sleman Dra. Shavitri Nurmala Dewi, M.A selaku ketua panitia disela-sela pemantauan hari kedua pelaksanaan festival tersebut, Minggu 20 November 2011.
Dikatakan bahwa semangat para peserta selama festival berlangsung tidak surut meski sempat terguyur hujan lebat. Terbukti saat upacara pembukaan yang terpaksa dipindahkan di aula Balai Desa Candibinangun semua peserta mengikutinya dengan penuh antusias. Bahkan usai upacara pembukaan semua peserta kemudian melakukan display di lapangan Candibinangun yang masih disertai hujan rintik-rintik. Semua ini merupakan wujud nyata bahwa seni budaya di kalangan masyarakat masih terinternalisasi dengan baik.
Di sisi lain, mewakili panitia Shavitri meminta maaf kepada para peserta festival dan warga masyarakat atas dibatalkannya kirab budaya dikarenakan faktor cuaca yang kurang memungkinkan. Meskipun demikian pihak panitia bersyukur karena secara umum pelaksanaan festival berjalan dengan baik.
Sementara itu Kepala Bidang Kesenian Disbudpar Sleman Edy Winarya, S.Sn mengungkapkan bahwa pihak pemerintah daerah juga merasa bersyukur karena dari ajang festival tersebut terlihat adanya apresiasi yang relatif bagus dari masyarakat sekitar.
Di sisi lain festival tersebut juga menunjukkan bahwa generasi muda khususnya di Sleman masih memiliki kepedulian dalam melestarikan seni budaya daerah. Hal tersebut dibuktikan dalam dalam festival tersebut khususnya pentas karawitan dan sanggar serta pentas seni tradisional kerakyatan sekitar 90% pelakunya adalah generasi muda.
Hal tersebut untuk menepis opini bahwa generasi muda sudah tidak lagi mencintai seni budaya daerah. Opini tersebut tidak bisa digeneralisir begitu saja, buktinya Festival Pelangi Budaya Bumi Merapi masih justru didominasi oleh para pelaku muda.
Seni budaya di Sleman senantiasa terus berkembang dari waktu ke waktu, bahkan menurut catatan terakhir kelompok seni tradisional jathilan berjumlah 552 kelompok, dan bertambah 11 kelompok di tahun 2011 sehingga secara total berjumlah 563 kelompok. Ini juga menunjukkan bahwa seni tradisional banyak diminati oleh masyarakat khususnya generasi muda.- patma
Sharing Berita
Berita Terkait
- Festival Pelangi Budaya Bumi Merapi "Ekspresi Masyarakat yang Berbudaya
- Festival Pelangi Budaya Bumi Merapi
- Pemkab Sleman Gelar Pelangi Budaya Bumi Merapi
