Tips pembenihan Lobster Air Tawar ala Triyono


triono menunjukan hasil budidayanya

Warta pertanian sub bidang perikanan,  muatan majalahurungpas.com, Proses pembibitan lobster pada padasarnya sangat mudah dan tidak memperlukan tempat yang luas. Kalaupun tidak ada kolam, pembenihan cukup menggunakan aquarium.

      Jika Anda menginginkan pembenihan dengan kolam semen, dengan ukuran 2x3,5m2 sangat ideal bila diisi 5 set indukan. “Jika menggunakan aquarium, misalkan berukuran 100x50x25 cm, bisa diisi 1 set indukan” Ujar Triyono mencoba membagai ilmunya kepada melalui majalahburungpas.com.

      Sementara itu proses pengeraman telur membutuhkan waktu kira-kira 30-35 hari. Sedangkan proses penetasannya sekitar 4 hari. Namun hal itu tergantung pada suhu airnya.

      Lebih jauh Triyono menyarankan setelah menetas sebaiknya indukan diambil kemudian dipisahkan. Selain itu sekaligus dipilah antara benih yang berukuran bsar, sedang dan kecil. “Karena lobster air tawar memiliki sifat kanibal maka anak-anaknya bisa di makan oleh indukan yang lain” sarannya.

      Dan bila benih lonster sudah mencapai 2 inci atau pertumbuhannya sudah bagus maka benih-benih tersebut siap dijual. Benih dengan ukuran 2 inci dijualnya dengan harga Rp 1.500/ekor. Meski tampak masih kecil dan dikirim ke luar kota tidak akan menghadapi masalah. “Resiko kematian lobster air tawar di bawah 3%” katanya.

      Menyinggung cara pemasaran ia mengawali dengan memasarkan lobster hasil budidayanya melalui seorang pengepul yang telah dikenalnya. Namun karena pengepul beralih profesi dan nama Eko Triyono sudah di kenal dalam komunitas pembudidaya lobster kemudia ia pasarkan lewat jaraingan tersebut.

      Merasa kurang puas dengan sistem jaringan ia kemudian mencoba menawarkan benih lobsternya via dunia maya. Lewat webnya, lobsterjogja. nama Eko Triyono makin dikenal hingga akhirnya berhasil menembus pasar seperti Surabaya, Bali sampai dengan Pakanbaru. Dalam setiap bulannya sekitar 5.000 benih lobster air tawar ia lempar ke pasaran.

      “Sebenarnya permintaan pasar sangat besar. Namun karena terbatasnya lahan, terpaksa baru 5.000 benih yang dapat dipenuhi” ungkapnya kembali.

      Eko Triyono yang kadang juga melayani lobster siap konsumsi, lebih jauh menambahkan, pasokan lobster air tawar Indonesia baru terpenuhi 50%-nya dari jumlah permintaan nasional. Sementara permintaan pasar ekspor baru mencapai 4-5% saja.

      Melihat peluang yang sangat terbuka lebar itu dan guna mengejar target, saat ini ia mulai mencoba menjalin kerjasama dengan seorang temannya. Kecuali itu ia rela mengundurkan diri dari pekejaannya sebagai seorang marketing. “Saya pilih budidaya lobster air tawar karena keuntungannya lebih besar jika dibandingkan dengan gaji sebagai marketing” tutupnya dengan bangga.  semoga bermanfaat  “anjar 

Analisa Usaha Pembenihan Lobster Air Tawar

  1. Modal awal

Beli Semen, pasir dan batu bata    Rp 5,3 juta

      Beli Aquarium                               Rp 130.000,-

      Beli indukan 1 set                         Rp 200.000,-

      Beli Pompa Air                              Rp 300.000,-

                                                      Rp 5.930.000,-

  1. Biaya Operasional

Beli Pakan 2 kg/bln                    Rp  25.000,-

Listrik                                     Rp   50.000,-

Ongkos kirim                            Rp 700.000,-

                                            Rp 775.000,-

  1. Omzet

Penjualan benih 5.000 ekor x @ Rp 1.500 = Rp 7.500.000,-

       D.Keuntungan C-B  Rp 7.500.000,- - Rp 775.000,- = Rp 6.725.000,-

Sharing Berita

Berita Terkait


1 Komentar


ekaradha
14 February 2016

pa bs bantu saya untuk belajar lobster ini, saya tertarik dengan budidaya lobster

Balas

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi