Usaha Ikan Bandeng Berawal dari rasa penasaran


Majalahburungpas.com,petani ikan  sebuah kelompok ternak ikan bandeng seperti dalam liputan ini, berawal dari sebuah pemikiran Awal  berdirinya kelompok budidaya Bandeng Jaya bermula dari rasa penasaran setelah salah seorang nelayan mendapat tangkapan ikan bandeng di telaga, yang merupakan pertemuan sungai Progo dengan laut selatan.

Terdorong rasa penasaran yang mendalam mereka kemudian bermusyawarah dan akhirnya mereka sepakat mencoba berbudidaya bandeng.
Dengan dana swadaya, masing-masing anggota sebesr Rp 500.000,-  sebagai uji coba mereka mendatangkan benih bandeng dari Jepara Jawa Tengah sebanyak 10 ribu ekor.

Harga per ekor saat itu Rp 150,-. Namun karena tidak memiliki pengalaman sama sekali, separuh dari benih itu mati beberapa saat setelah ditebar.


Meski mengalami kerugian hingga jutaan rupiah tapi tidak lantas membuat kelompok ini putus asa. Masih terdorong rasa penasarannya, mereka kemudian belajar dari nelayan yang sudah berpengalaman. Tak lama kemudian mereka kembali mendatangkan benih bandeng, namun kali ini dari kabupaten Brebes. Dipilihnya Brebes karena daerah ini terkenal akan benih bandeng yang berkualitas.


Empat bulan kemudian jerih payah inipun berhasil. Mereka dapat memanen hingga mencapai 3 ton atau seharga Rp 45 juta. Merasakan mendapat keuntungan besar, kemudian mereka sepakat membuat kolam tambahan.

Kini kolam seluas 1 hektar telah mereka miliki yang dikhususkan untuk budidaya bandeng. Berkat keberhasilannya berbudidaya ini pula mereka mendapat bantuan dana dari Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kulon Progo, dalam program padat karya sebesar Rp 150 juta.

Dan di bulan Agustus silam kelompok ini kembali mendapat tambahan dana dari PNPM Mandiri sebesar Rp 40 juta. Suntikan dana tersebut digunakan untuk memperluas kolam kurang lebih 200 m2.


Budidaya bandeng air payau tanpa pakan tambahan Tidak seperti budidaya ikan kebanyakan, misalkan lele, gurami atau patin. Budidaya ikan bandeng air payau sebenarnya sangat mudah dan irit. Mudah, karena ikan-ikan itu cukup di lepas begitu saja tanpa harus memperhatikan kondisi air.

Sebab air payau pada dasarnya air alami.
Dikatakan irit, karena dalam budidaya ini tanpa harus susah-susah memberi pakan tambahan.

Ikan yang sudah bisa hidup di kolam air payau akan mencari makan dengan sendirinya. Mereka akan memakan rerumputan atau ganggang yang tumbuh di dalam air. Namun untuk menghasilkan rumput dan ganggang yang cukup, setelah panen kolam harus didiamkan atau dikosongkan terlebih dahulu. Semakin lama dikosongkan semakin banyak ganggang yang tumbuh.

Dengan banyaknya ganggang akan mempercepat proses tumbuh besarnya benih bandeng. Sehingga masa panen juga akan lebih cepat.


Menurut Supoyo kemudahan lain dari budidaya ini adalah dalam hal perawatan. Setiap benih bandeng yang sudah hidup biasanya akan tahan terhadap virus.

Sehingga petani tidak harus setiap hari mencek bibit-bibit bandeng yang sudah berada di kolam pembesaran.”Kalaupun kita ke kolam itu hanya sebatas melihat-lihat saja sambil lalu” katanya.
Selain perawatan yang mudah, tanpa tambahan pakan, bandeng-bandeng yang telah beradaptasi dengan kondisi air payau tidak mudah terpengaruh cuaca yang kadang exstrim.

Karena kemudahan-kemudahan ini pula yang mendorong kelompok Bandeng Jaya terus bergeliat membudidayakan bandeng air payau. “anjar

Sharing Berita

Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi