Kesetaraan jender masih menjadi persoalan beberapa negara "Wanita juga mampu menjadi penanggulangan bencana
DOK. WANITA YANG JUGA LIHAI DALAM PENTAS PERPOLITIKAN NASIONAL
Media online news majalahburungpas.com, Kentalnya budaya patriarki mendudukan kaum perempuan di bawah laki-laki, padahal hak kaum perempuan memiliki kesamaan disegala aspek kehidupan.
Karena itu kesetaraan gender harus diperjuangkan sehingga antara laki-laki dan perempuan bisa duduk seimbang.
Menurut Prof Rosidah Shuid PhD dari Centre For Research on Women and Gender ( wanita) Univeritas Sains Malayasia (UMS), isu kesetaran gender masih menjadi persoalan yang dihadapan beberapa negara, terutama Indonesia dan Malaysia bahkan di ranah Melayu.
Kesetaraan gender sangat penting terkait dengan kebijakan dan program terkait dengan berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
“Dalam budaya kita wanita masih dipandang sebelah mata hingga akhirnya kedudukan tertentu seperti di pemerintahkan atau politik masih mengutamakan kaum laki-laki, oleh sebab itu banyak sektor penting yang dipegang laki-laki.
Kesetaraan menjadi isu penting untuk diperjuangkan” ujar Rosidah Shuid dalam Internasional Joint Seminar 2015 yang mengambil tema Rethinking Gender in The Making of ASEAN Good Governance, yang diselenggarakan oleh Magister Ilmu Pemerintahan dan Prodi Ilmu Pmerintahan FISIPOL UMY dengan Kanita Universitas Sains Malayasia UMS.
Lebih jauh Rosidah mengatakan kesetaraan gender pun semestinya difokuskan pada tiga pilar program MEA, baik dalam ASEAN Political Community maupun ASEAN Sosio-Cultuiral Community karena nantinya kesetaraan gender ini diharapkan dapat menjadi kunci serta central penting dalam melengkapi ketiga pilar ASEAN Community.
Sedangkan Dr Rahmawati Husein memaparkan keselarasan mengenai kesetaraan gender sangat penting ditumbuhkembangkan di dalam semua aspek, mulai pemerintahan hingga perannya dalam dunia politik.
Hingga saat ini dengan alasan tertentu, di dunia politik keikutsertaan kaum perempuan masih ditempatkan diposisi yang kurang menguntungkan.
Contohnya dalam penempatan nomor urat saat pemilihan, perempuan sering diberi ‘nomor sepatu’ atau kalau hanya sekadar memenuhi persyaratan dalam pemilu.
Selain itu, sambungnya, dalam penanganan bencana perempuan seringkali pula tidak dilibatkan karena itu sebaiknya perempuan dalam penanganan penanggulangan bencana sudah saatnya dilibatkan karena laki-laki dan perempuan memiliki pengalaman yang sama.
“Perempuan merupakan sumber daya manusia (SDM) yang berharga untuk melakukan kegiatan di semua tidak terkecuali tahapan dalam menghadapi bencana.
Sehingga kebutuhan perempuan di saat menghagapi bencana dapat terpenuhi” ungkapnya. anjar
Sharing Berita
Berita Terkait
- Turis asing berlatih membuat tempe dan mencicipinya
- 5 tips menyehatkan indil manuk
- Inilah Detail Enginering Design Desa wisata Jurug Taman Sari Patuk Gunungkidul
- Masih akan sukseskah suara burung Besar di konkurs perkutut Indonesia 2015 ?
- Padukuhan Pancoh Girikerto Turi Sleman Lestarikan Ketoprak "13 /12/2014 pentas Yuk Nonton
- Kolaborasi PSM UAJY dan IKAPASMA Dalam Ulang Tahun Emas UAJY
