Lomba nasional di gelar peternak jadi jujugan peserta konkurs


WIWIED DI FARM MAESTRO DENGAN PARA TAMUNYA

Majalahburungpas.com online internet, Lomba perkutut nasional Mangkunegaran Cup 27-28 April 2013 Surakarta terasa menjadi mahnet bagi pecinta burung perkutut.

Bagi peternakpun imbas dari gelaran itu di pastikan para peternak perkutut banyak menjadi tempat jujugan  untuk transit para peserta  lomba perkutut dari beberapa wilayah.  Salah satu peternak saat ada gelaran lomba tersebut  adalah tempat  Wiwied maestro bird farm di Kadipiro Solo Jawa Tengah.

Perekap lomba perkutut ini kedatang para relasi termasuk dari peternak baru asal  Majalengka Jabar,yakni  team dari Djabers  Bf menurut para pelomba, Bapak  Agus, Dede, H. Manap  transit tersebut pada mengatakan, di samping silaturohmi juga agar dapat mengistirahatkan burung  sebelum lomba.

Saya baru 4 bulan menjadi penggemar dan pelomba makanya apabila tidak ada waktu istirahat dan langsung lomba burung kemuningkinan tidak mau bekerja bahkan tidak optimal, oleh sebab itu saya berangkat sejak awal  habis jum’atan, Katanya kepada majalahburungpas.com Sabtu pagi 27 April 2013.

 Lain hal dengan pelomba asal Surabaya kehadiran saya dan kawan kawan yang mampir di Wiwied justru sudah rutin setiap  ada gelaran  nasional  terlebih Solo tahun 2012 tidak ada lomba “kata Sidoel 

KANDANG MAESTRO

Saat media ini mengambil gambar kandang Maestro Bf memiliki 8 kandang yang diisi dari induk induk perkutut yakni Kandang  KN. 222, maestro x maestro KN 333 Palem x padma KN 444. Padma x Anak maestro KN 555. Padma x Maestro KN 666, padma maestro KN 777, palem x padma KN, 999 palem 666 x padma.

Meski hanya delapan kandang namun dari kandang 333 burung sudah pernah masuk kejuraan  3 lomba regional  Jateng kemudian burung lantas di beli Bapak Tun’an  Semarang beberapa bulan lalu.

Dulu memang hanya 8 kandang tetapi sekarang sudah menambah  kandang sejumlah 3 petak sehingga totalnya ada 11 kandang, dan ini masih ada tambahan kandang polier dan burung lomba juga  puluhan hasil breeding  yang masih piyik, ‘kata wiwit Fiq.

Sharing Berita

Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


0){; ?>

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi