Tips memantau bendera koncer dalam lomba burung perkutut


pemberian bendera koncer dalm lomba perkutut dan derkuku perlu di simak

Media online majalahburungpas.com, mengikuti lomba dan menjadi peserta konkurs tak perlu cuek atau hanya sekedar mantau burung yang di kerek di tiang pipa lomba. 

Tetapi memantau burung secara seksama dan mantau bendera bunyi serta bendera koncer perlu di lakukan. 

Peserta lomba saat melihat juri sedang menyuruh penancap bendera bunyi atau bendera koncer perlu di perhatikan agar tidak salah tancap, sebab jika  salah taruh maka pastilah burung yang seharusnya naik prestasi kalah dengan burung yang terus di pantau pemilikinya atau joki.

Perhatikan penancapan bendera bunyi babak pertama hingga babak 4 perlu di kawal ‘sebab sudah bukan rahasia lagi jika ada burung bagus miliki petani atau wong cilik kadang burung yang di lombakan paceklik bendera bunyi ‘apalagi bendera koncer dan bendera usulan jarang di raih. Kalau wong cilik dapat bendera  tanda bunyi  saja sudah sangat gembira.

konkurs burung perkutut perhatikan penilaian dan bendera koncer

Tips mantau bendera koncer ini jangan hanya waton atau sebarangan ‘oleh sebab itu anda perlu tahu jurusnya agar jika  ada protes tahu landasan hukumnya.

Berikut adalah kutipan dan inti dari  P3SI BAB III SISTEM PENILAIAN DALAM KONKURS SESUAI KETENTUAN Pasal 21 dan 22 bab IV tata cara konkurs dan penilaian seni suara alam burung perkutut

Berbunyi sekurang kurangnya  1 kali dan memenuhi syarat  keindahan suara maka bisa di berikan bendera, koncer tiga warna kuning, hijau dan putih, di tambah bendera hitam dengan nilai 43 ½.

Kemudian  untuk nilai 43 ¼  juri dapat memberikan bendera koncer pula namun setelah memnuhi syarat dan telah berbunyi sekurang kurangnya 1 kali, dan mendapat bendera koncer warna kuning, hijau dan putih, masih bisa di tambah bendera hitam.

Sedang nilai 44 yang meraih bendera koncer warna kuning, hijau, putih dan biru , ini sebagai pertanda burung berbunyi satu kali samapai dengan 2 kali  dan memenuhi syarat keindahan suara di berikan bendera koncer empat warna. Tentu kesemuanya itu ada batasan yakni burung setelah di nilai dan meraih nilai 44.

Bagi burung  perkutut yang mendapat nilai 44 ¼   akan di tancepin bendera koncer empat warna kuning, hijau dan putih, masih bisa di tambah bendera hitam.

Sedang bendera koncer  (5) lima warna adalah warna kuning, hijau dan putih, biru, dan merah . dengan nilai 44 ½ tentu hal ini dalam bendera lima warna juga harus memenuhi kriteria syarat keindahan suara harus ada, dan bagi yang sudah di nilai maka bisa di berikan bendera koncer, serta memnuhi dan berbunyi sekurang kurangnya 2 s/d 3 kali.

Kemudian untuk nilai 44 ¼ , setelah memnuhi satart keindahan suaranya dan berbunyi sekurang kurangnya 2-3 kali untuk yang sudah di nilai , di berikan bendera koncer lima (5) warna yakni kuning,hijau, putih,merah dan di tambah warna hitam.

Untuk nilai 45 adalah nilai tertinggi atau di sebut sempurna namun nilai ini hanya di berikan kepada burung perkutut yang memenuhi persyaratan, yakni, berbunyi sekurang kurangnya 2-3 kali secara berturut turut tanpa kesalahan dan tidak mengalami penurunan kualitas suara dan burung di sepakati bersama oleh juri,koordinator juri dan dewan juri, jika buurng telah mendapatkan nilai seperti ini maka di berikan bendera koncer khusus atau Istimewa.

 Oleh sebab itu jika ada dan mungkin anda sering protes dan belum tahu maka sejak anda tahu seperti aturan dalam   aturan  Persatuan pelestari Perkutut Seluruh Indonesia (P3SI) hasil munas tahun 2012 di putuskan ‘Pasal 21 dan 22 bab IV tata cara konkurs dan penilaian seni suara alam burung perkutut  di bawah ini perlu di simak dan jangan asal protes.

Nah mungkin yang perlu menjadi perhatina dan catatan, apakah ada burung yang mampu meraih koncer lima warna dengan kriteria ? padahal burung yang masuk di lomba meski pilihan terkadang ada yang berbunyi patah di akhir dan berbunyi, tidak sesuai prasyarat.

Apakah burung anda termasuk yang akan meraih nilai istimewa ‘jika yaa maka itu adalah kunci mengangkat nama baik dan berkiprah di jagat kung mania Indonesia  ‘semoga jadi renungan. Fiq’

Sharing Berita

Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


0){; ?>

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi