Perkutut pada umumnya terbagi 2 pandemen, Apa saja itu ?


PERKUTUT HITAM DI FARM MILIK BAPAK SUGIONO

Redaksi-majalahburungpas.com, memelihara burung perkutut  secara umum di dengarkan suaranya untuk mendapatkan suara merdunya. 

Penggemarpun terbagi  2 kategori Yang pertama pandemen di ambil anggungannya (lomba) yang kedua untuk di ambil ciri mati atau katuranggan.  Dengan adanya 2 versi ini maka masing masing pandemen mengutamakan kelangenan sesuai dengan pilihannya.

PERKUTUT HITAM DI FARM MILIKI AGIONG

Artikel ini mengupas perkutut ciri mati atau katuranggan, ternyata menurut bapak sugiono pakar perkutut Jogja, mengungkapkan, banyak sekali jenis dan  keguanaannya, menurut kepercayaan leluhur kita. sebagi contoh, ada yang panatik dengan tangguh, contoh pajajaran, tangguh mojo pahit, pangguh demak, pangguh pajang, pangguh mataram, dan pangguh sedayu.

Dengan ciri khas masing masing. Ini berlaku untuk perkutut lokal /tangkapan dari habitatnya. Di samping itu untuk perkutut ciri mati, ada yang meyakini bahwa jenis perkutut satriyo kinayungan, sebagai contoh di atas kepalanya ada bulu sehelai yang warna putih.  Burung perkutut  satriyo kinayungan Ini baik untuk di piara.

Perkutut Songgo buwono, memiliki ciri punggunggunya terdapat bulu putih sehelai.  (perkutut ini kurang baik untuk di piara) selain itu masih banyak ragam perkutut yang di percaya membawa angsar baik dan buruk.

Sampai sekarang masih menjadi buruan para pandemen perkutut putih dan hitam.

Tapi sebaiknya perlu di ketahui jangan asal membeli perkutut yang berwarna hitam dan putih berhubung sekarang banyak sekali yang hasil ternak, yang indukannya dari Bangkok, sebab kalau indukannya asli lokal Indonesia pada umumnya warna yang putih pasti mulus bagai kapas dengan mata merah, kaki merah dan juga paruhnya. 

PERKUTUT JAWA PUTIH MULUS HARGA LEBIH MAHAL DARI PADA PERKUTUT BANGKOK

Untuk yang warna hitam juga berwarna hitam sedang  bulu dan  paruh serta kakinya hitam. Perkutut ini di condra dengan wisnu murti, (baik untuk di piara) zaman dahulu perkutut tersebut menjadi piaraan raja di tanah Jawa.

Di samping kelangenan tersebut di atas para pandemen juga memburu perkutut yang berekor 15 helai dengan pendowo mijil, juga baik untuk di piara (para pejabat)

Burung perkutut yang kuku jarinya kedua kakinya berwarna putih di candra dengan Sri mangempel, burung ini baik di piara kaum tani.

Terkait beberapa perkutut seperti yang di terangkan di atas, bapak Sugiono, ternyata juga sudah mengembangkan perkutut putih dan hitam lokal,  Di samping perkutut anggungan atau perkutut lomba trah jawara yang pada umumnya starndar warna bulu pada umumnya  adalah abu-abu dengan dada ping.

Soal harga perkutut putih, untuk bangkok paling mahal 500.000 ribu, tapi kalau lokal bisa lebih bahkan bisa 5 juta. Wao menarik bukan.

bagi pandemen dan pemula yang pengin kotak Bapak Agiong atau Sugiono, ada di jalan Gajah mada nomor 39. Pakualaman Jogja hp. Simpati 08122707772 atau exl. 081931707772. Fid/sug

Sharing Berita

Berita Terkait


1 Komentar


0){; ?>
dedi
19 April 2016

sip, makasi infonya..

Balas

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi