UGM dan Kraton Terus Bersinergi
foto, diskusi panel sinergi
- Majalahburungpas.com,Sinergi bisa dianggap sebagai rajanya kerjasama, karena memiliki kekuatan yang menguntungkan pihak-pihak yang bersinergi. Dan siapapun yang terlibat harus menerapkan setidaknya tiga prinsip dasar agar sinergi yang dibentuk bisa memberikan hasil optimal. Hal tersebut dikemukakan Gubernur DIY, Sri Sultan HB IX dalam sambutannya di seminar Sinergi UGM Dengan Kraton Untuk Kemajuan Bangsa yang diadakan oleh Kagama Universitas Gajah Mada, di UC UGM.
Lebih jauh diungkapkan ketiga prinsip tersebut adalah kesediaan untuk saling berbagi. Dengan berbagi ide, pengetahuan keahlian, dan pengalaman, sinergi bisa dilakukan. Tanpa kesediaan saling berbagi sinergi tidak bisa dilaksanakan. Prinsip berikutnya, berpikir “menang-menang”. Dalam bersinergi tidak ada pihak yang harus kalah atau menang. tetapi sebaliknya, semua pihak dapat menikmati kemenangan dan manfaat yang jauh lebih besar.
Sedangkan prinsip yang ketiga, sambung Sultan, menghargai perbedaan. Menurut Sri Sultan intisari dari sinergi adalah menghargai perbedaan. Perbedaan-perbedaan yang dijalin dengan kerjsama kreatif-inovatif akan menghasilkan alternative yang memberikan manfaat optimal bagi pihak-pihak yang bersinergi.
Ditambahkanya hubungan UGM-Kraton dapat diindentikan bagaikan sebuah organic-society, yakni struktur kerjasama di dalam sebuah sistem oranisme biologis, bagai anggota badan. Di mana semua unsure tersebut bersinergi.
Sementara itu Prof Bakdi Soemanto dalam makalahnya mengatakan sejak berdirinya UGM dan Kraton sudah menunjukkan keterjalinan yang rapat dan mesra. Di mana berdirinya UGM tidak bisa dilepaskan oleh keberadaan kraton, yang saat itu memberi uluran tangan untuk ruang kuliah dan kantor adminitrasi.
Dituturkan Bakdi, yang dimaksudkan dengan sinergi tentulah tidak hanya UGM menempati tanah sultan.Akan tetapi, lanjutnya, lebih mendalam yakni semacam kerjasama yang lebih dinamis yang merupakan bentuk saling mengisi dengan memahami “nature” masing-masing, baik kraton sebagai entitas budaya dan UGM sebagai institute keilmuan.
Di bagian lain Sekjen Kagama,Prof Ir Budi Wiryono S didampingi Kabid Iptek,Prof Dr Ir Kapti Rahayu Kuswanto kepada wartawan mengatakan kegiatan ini dilaksankan dalam rangka memperingati satu abad Sri Sultan HB IX. UGM sebagai pusat pendidikan dan keilmuan serta kraton sebagai pusat budaya tidak bisa dilepas antara satu dengan lainnya. Kraton dan UGM memiliki sinergi dalam pengembangan ilmu dan budaya.
“UGM sebagai universitas harus memberi kontribusi kepada masyarakat, baik berupa pengabdian, advokasi atau yang lainnya. Karena UGM sebagai universitas kerakyatan” pungkasnya.anjar
Sharing Berita
Berita Terkait
- Gerakan ekonomi kerakyatan Gerindra bagikan kambing kedesa
- Pilkades pertamakali 2012 Gunungkidul kondusif, H.Sumbono 1427 suara Sagiran 593 suara
- Bahaya penyakit AIDS, menyerang kekebalan tubuh
- 70 % kasus korupsi di Bantul di dominasi lurah dan perangkat desa
- Isah Anshori "Jadi pejabat eselon 2 berangkat dari laden wedang
