Memorial Jenderal Besar HM Soeharto di Sedayu Bantul Di Sukai Berbagai Etnis
PATUNG IMEMORIAL MANTAN PRESIDEN RI KE 2 SUHARTO DI SEDAYU BANTUL
Sedayu media hobi majalahburungpas.com, warta wisata taman dan gedung mungkin salah satu obyek yang satu ini anda cari ya, musium Suharto di Sedayu banyak di kenal sebagai tempat dan untuk melongok kesuksesan pak Harto.
Di akui oleh pengelola meski jumlah pengunjung sempat mengalami penurunan bulan April mencapai 5.200 pengunjung,bulan Mei ada penurunan, rata –rata selama bulan puasa mencaai 50 -100 perhari.Pada bulan April ada event Hari Kartini,
Seluruh pengunjung mulai dari anak, usia PAUD, TK, SMP, SMA bahkan guru-guru berpakaian nasional.Dan kalau bicara bagaimana harus memberikan wawasan, kebangsaan, nasionalis, di memorial HM. Soeharto sudah lama diadakan sosialisasi, hampir setiap hari lagu-lagu Perjuangan, termasuk Indonesia Raya diperdengarkan bagi pengunjung.
Jumlah pengunjung dari Januari sampai Juni tercatat 800 pengunjung terdiri berbagai etnis di Indonesia.” Ungkap Gatot Nugroho saat ditemui di Memorial Jenderal Besar HM Soeharto,Kemusuk,Argomulyo,Sedayu,Bantul, DIY(13/6).
Menurutnya, dengan memperdengarkan lagu-lagu kebangsaan,perjuangan akan memberikan nilai edukasi, wawasan nasional,kebangsaan,dan akan tertanam di setiap generasi muda.
Berbicara Pancasila sejak awal, di museum sudah dilakukan penanaman jiwa nasionalis, kebangsaan, hal tersebut sesuai komitmen Pak Harto almarhum secara konsekuan,Pancasila bagi kami, sejak almarhum secara murni dan konsekuen mempertahankan, memelihara dan memberikan edukasi lewat butir-butir Pancasila dalam ekaprasetya pancakarsa.
Meski eka prasetya sempat dibekukan oleh Tap MP tahun 1998, namun sejak pemerintahan presiden Jokowi Indonesia selalu memelihara , memberikan jiwa Pancasila bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi penerus bangsa.
Karena dasar Negara kita adalah Pancasila dalam wadah Bhineka Tunggal Ika. Disini kegiatan anak ketika memberikan wawasan kebangsaan, nasional kepemimpinan selalu dinyanyikan oleh anak-anak, “ saya melihat usia anak-anak hafal.” Ungkap Gatot.
Menurutnya, penanaman sejarah penting ditanamkan bagi generasi muda,karena bangsa Indonesia pernah mengalami sejarah panjang bagaimana bangsa Indonesia mempertahankan Pancasila dibawah kepimpinan Pak Harto dalam menumpas G30S/PKI yang ingin menggulingkan Pancasila.”
- Sejarah itu tidak boleh hilang dan dilupakan, atau hilang dalam catatan sejarah.Sejarah itu merupakan sejarah penting bagi generasi muda, sejarah itulah yang kami tanamkan disetiap generasi muda bangsa.” tegas Gatot.Sedangkan pengunjung berasal dari berbagai etnis di Indonesia,mulai Sabang – Mearuke.
Mereka berkunjung secara rombongan terdiri dari Bupati, Camat, Kepala desa yang jumlahnya luar biasa. Mereka sangat apresiasif terhadap Pak Harto.
Mereka kalau berkunjung terutama masyarakat luar Jawa,ke sini pak Bupati membawa rombongan yang jumlahnya lebih dari 200 sampai 300 terdiri Camat, Kepala Desa.
Biasanya kalau Bupati berkunjung ke sini, mengajak Camat, Kepala Desa,kadang ketamuan satu rombongan 200-300, nah itulah kalau kesini melihat patung berkata “Inilah Bapak Saya” ungkap Gatot menirukan pengunjung. isan Riyanto
Sharing Berita
Berita Terkait
- Safari Tarawih 1438 H Bupati Bantul Di Masjid Arohmah Bantu Jam Dinding Digital
- Doro Nggung Moncer Mayangkara Pimpin Kejuaraan di Lomba Derkuku PA Cup 2017
