Panorama Pantai Teleng Ria Mengubur Kepenatan
Pantai teleng ria Pacitan
Majalah Burung Pas, wisata pantai Teleng Ria Pacitan termasuk tempat wisata yang eksotis untuk di kunjungi. Di Pacitan, memiliki panorama lam yang memikat untuk di lihat oleh sebab itu anda yang kebetulan mau berlibur di pantai Pacitan tak ada salahnya bila info ini sebagai awal mengethui daerah Pacitan tersebut.
Kabupaten Pacitan yang dihiasi perbukitan batu kapur ternyata memiliki keindahan alam yang mempesona. Pantai-pantai yang berada di Pacitan ini juga bisa digunakan untuk olah raga air sperti berselancar, dan pantai yang bisa untuk di pakai Pantai Teleng Ria, yang memiliki ombak tidak besar dan luas, sedang pantai Pancer, Srau, dan Watu Karung, juga bisa namun untuk menuju pantai selain Teleng ria, di butuhkan energi yang kuat karena untuk menuju pantai itu medan sangat sulit dan terjal.
Menariknya bagi penyuka ombak surfing di Pacitan bisa dinikmati dan hampirdi sepanjang tahun, apalagi pada bulan November – Februari, Pantai Teleng Ria terbaik untuk tempat surfing yang mentang. Sedang Pantai Watu Karung merupakan pantai yang terbilang memiliki ombak yang dahsat dan besar.
Pantai teleng ria terletak 4 km dari Kota Pacitan kerah selatan. Lokasi pantai itu tampak masih asri ,apalgi bila di lihat dari atas bukit waowww laut membiru dan luas di kelilingi bukit adalag pemandangan yang sulit untuk tidak di ingat.
Dermaga dan para nelayan di Teleng ria juga telah ada dan itu termasuk kekayaan daerah yang kini semakin di kembangkan oleh pemda setempat sebagai aset setrategis untuk meningkatkan PADnya.
Ketika media ini berkeliling di atas bukit dan mengambil gambar pantai itu tampak dari kejauhan laut yang menjorok ke daratan sangat enjoi untuk di lihat.
Kota seribu satu goa sebutan Pacitan juga memiliki tempat wisata yang lain, yaitu pemandian air panas, Sedang Goa gong, goa,tabuhan,goa putri yang letaknya di barat Kota Pacitan sekitar 40 km juga bagian yang menarik dan kondang untuk di kunjungi. “anda tertarik ? team majalah burung pas.com mengabarkan”
