Awas hewan laut ubur-ubur beracun mengintai para wisatawan padusan


Korban ubur ubur dalam perawatan SAR

Majalahburungpas.com, wisata padusan jelang bulan ramadhan sudah sering di lakukan oleh sebagian masyarakat umat muslim di Indonesia.

Seperti halnya di pantai parangtritis Yogyakarta menjelang 1 ramadan tersebut menjadi jujugan peserta padusan/mandi bersama di pantai. 19 Juli 2012 hingga jam 15.30 wib lokasi pantai ini sangat ramai di kujungi sebagai bagian dari wisata selain untuk mandi secara kolosal di pinggir pantai tersebut.

Sayangnya saat akan menjelang ramadan ini  masyarakat minim informasi terkait adanya hewan Ubur- ubur yang sering menyengat para wisatawan hingga berujung sangat sakit.

Hewan ini berwarna biru dan memiliki racun di telalinya, kata para Team SAR Parangtritis hewan laut ini tidak menggigit, namun hanya memiliki racun di dalam telalainya, dan itu sangat ganas sebab yang terkena sangat perih dan gatal serta panas, dan berbintik merah di kulit “kata anggota SAR yang enggan di sebut saat melaukan pertolongandi pos SAR pantai tersebut.

Terpantau memang sudah puluhan orang yang terkena sengat ubur-ubur, sehingga team SAR gabungan melakukan langkah pertolongan, termasuk memberikan peringatan agar menjauhi hewan ini dan jangan di pegang atau di buat mainan.

Jumlah yang tersengat hewan laut sejak 1 Juli 2012  saja korban yang terkena Ubur ubur sudah mencapai lebih dari 200 orang, hal ini memang seang musim, sehingga tercatat dalam wite bord posko korbannya sangat banyak ketika data team SAR Parangtritis menunjukannya. ‘Red”

Sharing Berita

Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi