Goa Selarong tempat wisata sejarah, Pangeran Diponegoro saat membuat taktik perang gerilya melawan penjajah
Pintu masuk goa slarong Bantul Jogjakarta
Redaksi, majalahburungpas.com, halaman Wisata Goa. Pemirsa pernah mendengar atau datang di obyek wisata Goa Selarong ? Bila belum saatnya anda berkunjung di tempat yang penuh sejarahnya ini.
Goa Selarong terletak di Dusun Kembang Putihan, Desa Guwosari Kecamatan Pajangan,
Bantul, atau sekitar 13 km ke selatan Kota Yogyakarta, Goa ini merupakan saksi sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro beserta para pejuangan dalam rangka melawan penjajahan Belanda di kala itu.
Di goa ini strategi perang yang di rancang dengan bergerilya merupakan bagian dari sejarah yang hingga kini masih di kenal oleh masyarakat Indonesia.
Pangeran Diponegoro saat menyusun taktik dalam menghadapi musuh Belanda, goa Selarong di pakai sebagai markas induk serta tempat berembuk dengan para pengikutnya guna meluluhlantakan benteng pertahanan Belanda. Menurut sejarah, saat pelajaran Sekolah yang di sampaikan para guru, selama bermarkas di Goa ini, pasukan Pangeran Diponegoro mendapat perlawanan yang sengit selama tiga kali oleh tentara Belanda, yaitu tanggal 25 Juli, 3 Oktober, serta tanggal 4 Oktober 1825 hingga banyak menelan korban dari Belanda, hingga kocar- kacir.
Peperangan yang terjadi antara Laskar Pangeran Diponegoro dan Belanda tersebut, kemudian itu dikenal dengan nama Perang Jawa yang berlangsung selama lima tahun, yang tanpa henti, sedang dengan cara bergerilya, justru pasukan Pangeran diponegoro bagaikan siluman sebab berpindah pindah,juga susah di tundukkan, hingga sampai tahun tahun 1825 - 1830.
Pangeran Diponegoro (1785 - 1855) adalah putra sulung Sultan Hamengkubowono III (1769-1814). Pangeran Diponegoro tidak berambisi untuk menjadi raja dan lebih memilih hidup merakyat yang tinggal di Desa Tegal Rejo.
Menurut sejarah yang di ajarkan dan di sampaikan para guru sekolah, desanya pernah dikepung dan di serang oleh Belanda pada tanggal 20 Juli 1825 di Desa Tegal Rejo, melihat kondisi daerhnya tidak nyaman, maka Pangeran Diponegoro berserta para pengikutnya meninggalkan Tegalrejo,menuju ke Goa Selarong, di Bantul yang waktu itu masih hutan belantara..
DUA GOA MUDAH DI TEMPUH
Gua Selarong terletak di deretan perbukitan gunungan kapur, ketika masuk di kawasan ini, hawa sejuk akan di dapati, sebab obyek wisata sejarah ini ditumbuhi pohon –pohon yang rindang dan besar. Ketika mata memandang ke langit lagit/dinding tebing sekitar kanan kiri Goa Selarong, akar pohon yang tumbuh di atasnya juga tampak mengular, serta panjang melilit gunung membuat lekukan ekor, bagaikan ular beneran.
Panorama yang elok akan terasa segar, apalagi sehabis kerja keras, saat menyaksikan hamparan bukit dan bebatuan yang apik, akan bisa mengubur rasa kepenatan kita, hingga bisa fress kembali.Lokasi Gua Selarong dapat dengan mudah di temukan, sebab arahnya hanya sekitar 5 km dari kota Bantul yang kearah Barat, dan bisa di tempuh dengan roda dua dan empat.
Ketika masuk di pintu utama , akan menemui Patung Pangeran Diponegoro yang menaiki kudanya. Sedang masuk secara dalam lagi, terbentang areal parkir yang luas. Sesampai di areal inti obyek wisata, kita akan menemui puluhan anak tangga yang telah lama di bangaun. Tangga ini adalah jalan utama menuju Goa, baik Goa putri maupun goa Kakung.
Goa Putri yang lebih lebar dan besar dan pagari besi bercat hijau tua ini, menurut sejarah dulunya di pakai tempat beristirahat Raden Ayu Ratnaningsih, istri Pangeran Diponegoro. Sedangkan Goa Kakung atau nama lain Goa laki-laki adalah tempat untuk mengatur setrategi perang gerilya, Goa yang ini tidak terlalu dalam hanya sekitar kedalaman 2,5 meteran dan lebar 2 meteran pula.
AIR TERJUN GARDU PANDANG
Ketika masih di pelataran sekitar gua kakung,tersebut, kita akan di kejutkan, Pemandangan yang elok yaitu beberapa buah gardu pandang, selain indahnya gemercik air terjun, membuat mata akan berbinar terang. Tetapi anda jangan terlena,sebab kanan kirinya adalah jurang yang perlunya pemirsa berhati hati.
SENDANG MANIKMAYA SENDANG UMBUL MULYA
Untuk menuju sendang ini, Anda harus melangkah keselatan, yang akan melewati danau dan jembatan kecil yang di lalui aliran air terjun tadi dan akan kering di saat masih musim kemarau panjang. Selain itu pengunjung juga melewati jalan setapak sekitar kurang lebih 150 meter untuk sampai ke sendang manikmaya tersebut.
Menurut warga setempat, atau majalahburungpas mengistilahkan, sebagai juru kunci, Sendang ini diyakini sebagai sumber mata air abadi, sebab dahulu digunakan pasukan Pangeran Diponegoro untuk mandi dan bersuci, dan anehnya air yang ada sampai sekarang tak pernah penuh/luber dan juga tak pernah kering, airnya segitu terus. Sendang ini di bangun berbentuk segi empat, dasar dan dindingnya sepertinya dari batu bata buatan kala itu. Masih satu lokasi pijakan, yang tak jauh dari sendang ini, juga terdapat sebuah sumber mata air, yang dikenal dengan nama Sendang Umbul Mulya.
Sendang yang ini merupakan mata air yang bersih pula, keberadaannya untuk memasak dan mencuci, dan lain lain, sedang para pemirsa bila memakai untuk basuh muka/cuci tangan, dan akan merasakan “Mak cless./dingin, namun segar, tapi “Bukan mak nyus. Berwisata ke Goa Selarong, tentu saja cukup mengasyikkan, sebab obyek wisata ini juga dikenal ramah warganya dan tampak alami, selain juga di juluki sebagai tempat obyek wisata religius. Biasanya para pelaku wisata religius melakukan ritual topo bisu/berdiam di Gua Selarong.
Seiring dengan minat pelancong ke tempat wisata budaya, Goa Selarong juga menjadi salah satu lokasi wisata budaya, dimana pertahun sekali di bulan Juli di Gua Selarong di adakan merti dusun, untuk mengenang waktu hijrahnya Pangeran Diponegoro dari Tegalrejo ke Gua Selarong. Hai pemirsa ?? anda tak perlu binggung meentukan pilihan berwisata, ada baiknya lokasi ini, juga perlu di sambangi lhooo !! @copy right majalahburungpas.com, 2011 “Naskah, Nur/fid
