Warga Ngoro-oro Gunungkidul di Kejutkan kunang-kunang malam
layangan seperti Kunang kunang malam
Hiburan sajian majalah burung pas.com, Warga desa Ngoro, Patuk Gunungkidul di kejutkan kunang-kunangan malam, apalagi kunang kunang itu beraksi sejak jam 15.00 Wib sore hari hingga malam hari jam 22 dengan dengungan suara yang keras.
Tentu saja muatan ini bukan kunang-kunang layaknya hewan kecil yang sedang terbang di malam hari dan kerlap kerlip menyambar nyambar telinga. Sejak pertengahan September 2011 warga di desa ini di kejutkan puluhan layangan yang di tarik para para pemuda sejak sore hari.
Kegemaran bermain layangan di desa itu, mampu menarik perhatian warga, apalagi burung bersayap kertas yang di terbangkan berbunyi mengaung serta terlihat kerlap kelip membelah kesunyian malam itu menggugah untuk di lihat sejenak. Layangan yang di terbangkan di tengah sawah milik warga dan khas desa itu terlihat berbagai model dan ukuran layang yang paling banyak seperti bapangan, seriti dan lain lain, adalah bagian dari hiburan yang di suguhkan tiap malam dan di turunkan sekitar jam 22 malam.
BIAYA SATU LAYANGAN RATUSAN RIBU
Satu layangan bisa menghabiskan dana ratusan, sebab lampu dan baterai Hp sudah minimal 50 ribu, sedang senar atau tambang Rp.10 ribu untuk satu gulung dengan 50 meter, dan rata rata penggunaan mencapai 3-5 gulung, biaya ini belum di tambah kertas lem dan sebagainya “kata samsudin yang membenarkan bahwa layangan hanya hiburan saja katanya kepada media ini.
Menariknya ketika orang awam belum tahu di kira layangan yang berbunyi mengaung dengan sendarennya itu, di sangka warga itu Ufo yang sedang terbang saat malam hari sehingga warga sempat gempar. Purwanto beserta rekannya mengaku, bermain layangan semacam ini sudah rutin di lakukan dikala musim kemarau tiba.
Ia pun mengatakan, ini merupakan bagian dari hiburan, maka layangan yang saya buat dan sudah berumur 1 tahun tidak pernah ganti, walaupun pernah patah, Dia berceloteh kerangka di bagian bawah pernah dua 2 kali patah, namun tidak saya bawa ke sangkal putung (pengobatan alternative) tetapi saya dukunin sendiri memakai perban kertas dan lem yang kuat “kata Purwanta bercanda. *run*

WAH KAMI DI JOMBANG BLITAR DAN GRESIK PUNYA KESENANGAN YANG SAMA.. MUNGKIN RASA
Balas