Sistem tanam padi Tajarwo di pamerkan di Lomba Desa Putat Gunungkidul


salah satu tanaman padi Tajarwo, besar dan subur

Gunungkidul-Majalahburungpas.com, warta daerah Kamis 26 April 2012 Pemerintah Desa Putat mendapat tamu kehormatan di desanya. kedatangan tamu tersebut dalam rangka pelaksanaan penilaian lomba desa se kabupaten Gunungkidul.

Satu minggu sebelum pelaksanaan penilaian adminstrasi kegiatan lomba desa telah di persiapkan dengan matang, buktinya saat para team penilai yang datang dari kabupaten Gunungkidul dan Profinsi DIY lokasi yang telah menjadi rute penilaian telah siap dan tertata rapi.

Sejak pagi terpantau warga sekitar bahkan warga luar desa antusias mengikuti gelaran penilaian perlombaan desa tersebut. Pedukuhan Bobung yang merupakan  pedukuhan sentral kerajinan kayu topeng mendapat giliran yang pertama penilaian. Di sini team di sambut seni tari Topeng. Di dusun inilah pusat seni topeng mulai di nilaimulai dari kelembagaan, peralatan dan lain lain.

Tampak daerah tersebut memang telah maju sehingga warganya jenjang ekonomi makin kelihatan dengan menjadi perajin. Sendang sari dan Bobung potensial, akan keebragaman kerajinannya dan Sedang perikanannya cukup maju dan membaik.

Sedang pertanian di Plumbungan terutama pertanian sawahnya para petani menerapkan system nanam padi dengan tehnologi tepat guna yaitu “Tajarwo” (Tanam Wajar dan legowo)  Dimana system ini tanam padi secara rapi dengan jarak rengang tanam 2-1 (barisan 2 dan jarak antar tanaman 1 meter) dan 3-1 yang artinya jarak baris tanaman  tetap 1 meter  sedang barisan berjajar 3 larik, begitu juga ada 4-1, salah satu penjaga stan mengungkapkan "system ini berakibat tanaman lebih subur dan buahnya lebih besar berkualitas, sedang pemanenan juga lebih mudah selain perawatan tanaman juga mudah. 

ketika majalahburungpas.com mengikuti acara di desa Putat, Patuk Gunungkidul daerah ini tercatat serta  berhasil dalam  berbagai pembangunan,  salah satunya adalah pembangunan  sarana dan prasarana Dusun dan desa untuk menunjang keberhasilan pemerintah.

Dalam rangka lomba Desa 26 April 2012 Rombongan penilai dari Kabupaten yang sebelumnya dari Bobung, melanjutkan perjalanan dan juga meresmikan Balai Dusun Gumawang bernilai Puluhan Juta Rupiah dengan hasil swadaya masyarakat Gumawang. di Dusun ini penilai mendapat sambutan dengan meriah selain juga di lakukan pemotongan pita peresmian Balai dusun, selanjutnya rombongan di sambut dengan tari - tarian dan senam lansia, serta seni solawatan.

TEAM TAGANA

Usai penilaian, di lanjutkan perjalanan dan memihat Paud serta kesenian tek -  tek yang di mainkan para bapak - bapak dengan kethongan kayu, selain juga di sambut team  tagana dalam penaggulangan bencana alam dan bencana tangan usil manusia di sini di peragakan cara penaggulangan bencana alam dan tindak pencurian. 

Rombongan penilai selanjutnya pindah di dusun Putat wetan, di kantor pedukuhan ini, team di sambut tarian seni Jatilan serta drumband Taman kanak-kanak dan singgah sementara di lokasi dan menilai perpustakan, selain mencicipi degan / kelapa muda yang masih segar di ruang kantor pedukuhan ini juga di sambut tarian dengan tarian 2  gadis cantik,   sehingga para penonton asyik melihat tarian tersebut, namun tentu saja sebagian menilai administrasi perpustakaan yang ada. Rombongan kemudian pindah di lokasi pos lain yaitu pasar hewan. Pasar ini terbilang mudah di jangkau karena pinggir jalan raya Jogja Wonosari.

Terpantau pasar yang terbilang masih baru tersebut di pergunakan para pedagang sapi setiap pasaran pahing. Selain pasar sapi lokasi juga di pakai untuk pasar hewan kambing, ayam dan burung. Menariknya pasar hewan ini di biayai dari swadaya masyarakat se kalurahan Putat.

Usai meninjau pasar hewan rombongan di pos yang sebelahnya juga di sambut dengan meriahnya seni religi yaitu solawat yang di peragakan bapak - bapak dan dari warga setempat. juga di nilai termasuk pertanian dan hasil olahannya.

Pos yang juga menjadi pantauan dan penilain adalah kantor BumDES (  Badan  Usaha  Milik  Desa ), di lokasi ini langsung di lakukan pembukaan kios  yang di tandai membuka kain selubung tanda kios di resmikan.

Selanjutnya team penilai beranjak menuju balai desa sebagai pusat kajian dan penilain, namun terlebih dahulu rombongan penilai singgah di koperasi yang tidak jauh dari kalurahan Putat.  (kemajuan desanya dapat di lihat di berita terkait) team red"

 

 

 

 

Sharing Berita

Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi