Listrik byar pet safari Ramadan terganggu
ILUSTRASI LISTRIK YANG BYAR PET DI DESA NGORO-ORO
Warta daerah, majalahburungpas.com warga di desa Ngoro-oro Patuk Gunungkidul Yogyakarta 16 Agustus 2011 saat mengikuti ceramah safari tarawih sekalurahan di masjid Baitul Hikmah Salaran mendadak listrik mati.
Karuan saja suasana menjadi gelap sehingga acara terganggu. Panitya lantas mencari Solusi agar yang membawa lampu senter di nyalakan. Meskipun
ruangan masjid tetap gelap, tetapi ceramahnya bisa berjalan.
Salah satu warga yang meminjami lampu senter kepada sang penceramah, terkadang senter di sorotkan ke kanan dan kekiri, ketika jamaah sedang diam.
Dan ketika lampu di senterkan ke warga menjadi riuh, kemudian sang penceramah melanjutkan tugasnya, sembari menyampaikan mumpung listrik mati, maka waktu kultum saya perpanjang yaa… sambil menunggu listrik ! lontar Dai yang bernama Kamijo tersebut.
Namun setelah 25 menit berlalu tak kunjung nyala maka, kembali penceramah menyorotkan senter yang di pegangnya, sambil berkata “Saya kira pada pulang kok sepi “kata Mubaliq tersebut.
Kalau saat ini dalam keadaan gelap langsung bubar, jelas akan tidak jelas lagi, terutama ketika dalam memilih sandalnya masing masing “ujarnya lagi.
Seiring lamanya lampu listrik yang kadang byar pet, maka setelah lebih dari 35 menit lisrik tak menyala terpaksa panitya membubarkan, walaupun dalam keadaan gelap, beruntung beberapa senter milik warga yang kebetulan di bawa mampu menerangi pintu keluar masjid dan menyinari sandal-sandal para jamaah, dan ternyata tidak pada keliru.
Beberapa warga mengatakan masak listrik sering byar pet tetapi kalau bayar pajaknya malah tinggi, guman sejumlah warga di daerah tersebut. Nur/jwr
