Kemuning Patuk Wayangan 'Lakon di Ubah Dalang Kehujanan Dan kebanjiran 'Berakhir Gagal
PENTAS DALANG SEBELUM BUBAR
Gunungkidul-media online majalahburungpas.com warta daerah, Padukuhan kemuning Bunder Patuk Gunungkidul kamis 8 September 2016 ada pagelaran wayang dan campursari.
Kegiatan ini dalam rangka Peresmian bali padukuihan yang mendapat suporting dari perusahaan astra dan Honda.
RibuAn penonton memandati lokasi acara baik dalam gelar wayang kulit maupun dalam acara pengajian yang di isi oleh ustad Sutarjo SA.g.
1 jjam berlalu dari pengajian, dan berlanjut dengan pagelaran wayang kulit dengan dalang KI Kuat Hadi Sumono asal Gunungkidul.

SUASANA KARAWITAN SEBELUM HUJAN MASIH NGGAMEL DAN AKHIRNYA BUBAR
Sebelum wayangan di gelar Kades Desa Bunder Kabul Santosa saat makan malam bersama, ketika di tanya, apa lakon wayangan malam ini pak ? tanya awak media 'maka di jawab wahyu perwito sari, atau berkaitan dengan air, ini yang cocok 'kata Kabul.
Benar apa yang di gagas warga wayangan berlanjut dan setelah di buka dengan gending gending pembukaan pasca pengajian makin di pelototi pengunjung.
Kabul santoso dalam sambutannya, menyampaikan tenang saja pak bu, bantruan dan pemipaan di kemuning terkait air bersih akan segera berjalan dan mengalir soal dana jangan kawatir kata kades tersebut.
Lebih lanjut di jelaskan soal lakon wayangan malam ini memang perwitosari dan ini yang tepat buat kemuning dan cocok kata Dia,
Akhirnya persiapan sang dalang KI Kuat terus maju ke panggung dan menata wayang kulit.
sementar itu sebagian warga kabar lakon yang akan di pentaskan adalah tumurunning wahyu hidayat, jadi saya tidak tahu jika lakon malam ini akan berubah semoga tak terjadi apa apa' kata salah satu penggending dalam seni tersebut.
Benar wayangan bisa berjalan sekitar 1 jam meski kabar beredar memang beda lakon yang di maksud.
maka setelah jejer sengkuni selanjutnya deeerrr...breesss.. tanpa ada aba aba , hujan rintik rintik berujung hujan deras hingga kelir dan wayang yang di pajang dalang kehujanan dan berakhir alat alat dan gamelang di hentikan termasuk wayang di masukan ke kotak agar tidak lemes.
Guyuran hujan dalam musim kemarau nbasah tersebut membuat gagal pentas meski demikian untuk mengobati rasa kecewa maka di gelarlah campursari hingga jam 01 .00 dinihari.
Ini sebagai peringatan untuk pentas yang akan datang karena sebuah lakon bisanya pasti akan terjadi sesuatu, kami mempercayai kata Sriyono salah satu tokoh setempat. 'nur/pur/iq
