Jembatan Crossway Nglipar yang Pernah Menelan Korban Pelajar
WARGA MELINTASI JEMBATAN CROSSWAY YANG SERING JUGA DI LINTASI KENDARAAN. MEMBAHAYAKAN PENGGUNA SAAT BANJIR DERAS MELANDA PELAJAR PERNAH KESERET DARI SINI HINGGA SEJAUH 9 KM
Gunungkidul - majalahburungpas.com - warta daerah wilayah Kecamatan Nglipar yang berbukit dan memiliki beberapa sungai kecil dan kali Oya menjadi bagian yang menarik, walaupun di Dusun Klegung, Katongan, Nglipar dengan berbagai dusun yang berada di desa Watu Sigar, Ngawen dan Pilangrejo, Nglipar sering tersendat dan terhalang banjir saat warganya melintasi jalan dan jembatan gorong gorong (Crossway)
Meski telah di bangun crossway di atas sungai Oya, warga masih mengimpikan jembatan permananen yang tinggi dan aman untuk menjadi sarana penghubung transportasi, karena jembatan yang di impikan warga di dusun dusun tersebut di rasa sangat vital, maka lewat media ini merupakan bentuk aspirasi warga, Karena jalan sekarang ini kurang nyaman di saat ada banjir.
Ribuan warga sering melintasinya biarpun pengguna jalan itu juga hanya bisa terbengong saat menyaksikan banjir yang menutup jalan di tengah sungai.
Pembangunan crossway yang menggunakan dana PNPM 2010 di atas Sungai Oya di rasa kurang efektif, hal itu karena jalan penghubung sering di terjang banjir yang bisa membahayakan warga saat banjir terjadi. Pantauan meski jalan sering tergenang banjir saat musim hujan, namun tetap saja ada warga yang nekat menerjang air, termasuk para pengguna sepeda motor karena tak ada jalan lain yang lebih pantas.
Menurut Tukino (47) Ketua RW 4, Klegung, crossway yang dibangun dengan dana tersebut memang membahayakan pengguna jalan yang melintas karena di depan mereka sering tertutup air, hal itu membuat permukaan licin dan arus sungai yang deras membuat warga yang sering melewati tempat itu memilih untuk berhenti dalam melakukan aktifitasnya karena terhalang banjir besar, bukan hanya itu saat musim panen pertanian terkadang tertunda untuk di bawa kepasar sehingga kami harus gigit jari, padahal kebutuhan sangat mendadak ” Katanya kepada media ini Kamis (25/4/2013).
Lebih lanjut Tukino menambahkan, Jalan crossway itu bahkan pernah menelan korban jiwa saat banjir. Yang lebih memprihatinkan proses belajar mengajar para siswa TK dan SD memilih meliburkan diri ketika banjir, bahkan pernah ada korban, belum lama ini yang korbannya juga terdapat anak sekolah yang terseret arus., hingga mayatnya ditemukan 9 KM dari sini,”tambahnya.
Pada saat penghujan, crossway jarang dilintasi warga. Akibatnya bagi pelajar, petani, dan pedagang yang biasa melewati tempat tersebut harus berjalan memutar hingga 8 km, namun apabila ada jembatan mestinya hanya 500 m dan ini bisa di tempuh kurang dari 5 menit, sebab ini merupakan akses jalan terdekat ketika warga dari Watu Sigar hendak pergi ke Wonosari maupun Jogja.
Kades Katongan Sutrisno saat dikonfirmasi wartawan terkait hal ini tak mau berkomentar, sehingga pertanyaan media ditanggapi oleh Ngatijo Kabag pembangunan Katongan.
Dia mengatakan pihak desa sampai saat ini tidak tinggal diam selain sudah berupaya mewujudkan akses jembatan agar lebih baik, dalam hal ini Dia mengaku sudah terus menerus mengusulkan pembangunan jembatan setiap ada rapat musrenbang di Kabupaten Gunungkidul namun hasilnya sampai di turunkannya berita ini masih nihil
“Setiap ada rencana pembangunan kami selalu mengusulkan pembangunan jembatan di tempat tersebut. Mungkin karena pembangunan jembatan diatas Sungai Oya itu memerlukan dana yang banyak, jadi pemerintah mungkin pula berulangkali mikir, meski pula jembatan itu sangat di dambakan sebagai alat penghubung yang vital bagi warga kami,” Pungkas Ngatijo” wah/team red”
Sharing Berita
Berita Terkait
- Dompet Penonton Pacukan Kuda Bantul, Jadi Santapan Para Copet "
- 2 Kepala Desa Gunungkidul Berkunjung ke Beijing China
- Indradi Canangkan Donor Seni Budaya ke Pelosok Daerah Gunungkidul
- Pokdarwis Pengkol Nglipar Terbentuk
- Kartinian Desa Ngoro - oro gelar lomba masak lele & Fashion Shoow
- Waow Pencari Belalang di Wonosari Hasilnya Rp. 300.000/hari ?
- Pesawat Lion patah & jatuh di laut Bali
- Goa Pari
- 3 ingkung ayam menandai pembangunan Sumber Beji
