H. Prabukusumo SPSi " Pemerintah lebih kejam dari "VOC "
Prabukusomo menyerahkan Piala di lomba ocehan "
Jogjakarta, Majalah burung pas.com, Warta daerah, pemerintah pusat lebih kejam dari VOC, hal ini di sampaikan oleh H. Prabukusumo menjelang pembukaan lomba burung berkicau Hamengku Buwono Cup X di komplek Candi Prambanan 10 Juli 2011. Lebih lanjut Dia mengatakan, penjajah VOC saja mengakui kedaulatan Kerajaan Mataram, tetapi RI sekarang melupakan sejarah.
RI merdeka tidak lepas dari peran Sultan HB IX.yang mau berkorban demi negri ini, tetapi kenyataanya saat ini, tidak aspiratif dan tidak juga memahami aspirasi warga Jogja agar penetapan, Rancangan Undang-Undang Keistimewaan DIY yang telah di ajukan sesuai aspirasi dan amanat Srisultan HB IX dapat membuat lega warga DIY “kata Prabukusumo yang juga pecinta burung perkutut dan ocehan tersebut.
GPPH. Prabukusumo, yang Juga adik kandung Sri Sultan Hamengku Buwono Ke X Gubernur DIY tersebut juga mengatakan “wacana gubernur dan wakil gubernur utama adalah merupakan jebakan, karena hal ini, tidak memiliki dasar hukum yang jelas, sehingga akan menghilangkan kedekatan antara kraton dengan rakyat Yogyakarta yang tidak bisa dipisahkan,dimana, berdirinya RI, Kraton Yogyakarta telah andil besar dalam membentuknya.
Amanat yang menggabungkan kasultanan Yogyakarta dengan NKRI itu juga menyebutkan pimpinan pemerintahan daerah akan dipegang kraton.
Lebih detail Prabukusumo juga menjelaskan, pemerintah pusat seharusnya lebih peka dan aspiratif memperjuangkan keistimewaan, karena mereka sekarang ini bisa mendapat amanah menjadi wakil rakyat, juga berkat perjuangan masyarakat Yogyakarta hingga menjadi NKRI, tetapi kenapa aspirasi penetapan, juga belum mendapat tanggapan yang melegakan “papar Prabu, yang berkumis tebal ini.
Menengok sejarah yang tak dapat di pungkiri, Sri Sultan Hamangkubuwono IX dan KGPAA Sri Paduka Paku Alam VIII telah mengorbankan diri dan institusinya, demi bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia “Ungkap Prabukusumo.
Prabukusumo, juga menegaskan warga DIY, merasa khawatir, sebab molor-molornya pembahasannya RUUK tersebut disinyalir ada yang mempolitisir.
berkaitan dengan itu,dengan ada Setgab koalisi dan sebagainya itu adalah penekanan ( pressure) politik yang sampai saat ini masih menjadi tanda tanya bagi bagi warga DIY dan kerabat Kraton Yogyakarta, "Beber Prabukusumo yang juga mantan Ketua partai Demokrat DIY, yang mengundurkan diri tersebut. ** fid**
