AKBP Suharsono Mendapat Dorongan Menjadi Bupati Bantul 2015
KIRI SUHARSONO CABUP BANTUL SERAHKAN FORMULIR
Media online –Majalahburungpas.com warta daerah, suhu politik bantul menjelang Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada) 2015 mulai terasa hangat.
AKBP Suharsono mendapat dorongan kuat, dan merupakan putra daerah asli Bantul memantapkan langkahnya menuju kursi Bupati Bantul. Langkah keseriusan ini Dia Menunjukkan dengan mengembalian formulir pendaftaran yang semula telah diisinya beserta kelengkapan ke DPC DPIP Bantul.
Dengan diantarkan ratusan pendukungnya yang mengendarai andong, AKP Suharsono menyerahkan secara langsung formulir pendaftarannya ke DPC PDI Perjuangan Bantul. Dengan telah diserahkannya formulir tersebut Suharsono merupakan balon bupati yang pertama kali menyerahkan persyaratan untuk maju dalam Pilkada 2015 di Bantul.
Langkah mantap Suharsono meramaikan bursa pemilihan calon bupati (cabup) ini diambilnya menyusul adanya dukungan dari mayoritas Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Bantul.
Di mana dalam penjaringan bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati Bantul, AKBP Suharsono mendapatkan dukungan dari 14 PAC. Yang dukungan terhadap Suharsono merupakan dukungan tertinggi karena berhasil mengungguli balon incumbent, Sri Surya Widati. Selain itu, langkah Suharsono ini juga didasari keinginannya membangun Bantul kearah yang lebih baik lagi.
Menurut Wakil Ketua DPC PDIP Bantul Bidang Kader, Radjut Sukasworo, dalam penjaringan bakal calon, AKBP Suharsono mendapat dukungan 14 PAC. Sedangkan incumbent didukung oleh delapan PAC dan Untoro Haryadi hanya satu PAC. Sedangkan balon wakil bupati Bantul memunculkan nama Joko Purnomo, yang diusulkan empat PAC serta Hanung didukung satu PAC.
Saat ditemui di sela-sela syukuran dan doa bersama atas dilantiknya Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai prsiden dan wakil presiden RI, Suharsono mengungkapkan sebagai putra daerah dirinya merasa berkewajiban membangun dan memajukan daerahnya. Oleh karenanya memantapkan langkah meramaikan dalam bursa pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2015 nanti.
Lebih jauh Suharsono menambahkan sesuai visi misi Jokowi dirinya nantinya selalu bekerja, bekerja dan bekerja. Karena penjabaran serta pengejawantahan dari revolusi mental Jokowi tersebut adalah bekerja dan bekerja serta harus merubah diri kita menjadi bersih guna membangun bangsa. Sedangkan kepala daerah nantinya diwujudkan membangun daerah kea rah yang lebih baik lagi.
“Bersama rakyat nantinya saya akan bekerja dan trus bekerja membangun dan merubah Bantul lebih maju. Dan pembangunan tersebut harus dimulai dari tingkat bawah, yakni desa. Karena desa merupakan penyokong pertumbuhan ekonomi negara. Sehingga saat ini bersama masyarakat mendirikan Gerakan Makaryo Mbangun Deso” sambung Kabag Psikologi Biro SDM Polda Banten ini.
Suharsono pun tidak memungkiri kemajuan yang selama ini. Oleh karena itu dirinya akan tetap mempertahankan dan lebih meningkatkan kemajuan Bantul ke depannya. Pihaknya optimis dengan bergandengan tangan, duduk bersama dan merangkul semua kalangan, pembangunan di Bantul akan lebih baik.
Ayah dari 2 putra ini menambahkan dalam menjalankan kepemerintahan nanti, tentu setelah mendapat amanah rakyat Bantul, akan selalu terbuka, transparan bahkan bersedia diawasi dan dikontrol siapapun.
Karena dengan adanya pengawasan pihaknya akan dapat bekerja sesuai dengan aturan. Sehingga ia pun tidak merasa risih bila ada yang mengawasi. Karena pengawasan tersebut juga merupakan salah bentuk kepedulian dalam meerubah dan memajukan Bantul.
Disinggung soal jabatannya sekarang, Suharsono menjelaskan dirinya telah mengajukan pensiun dini. Dan kalau pun tidak mengajukan pensiun dini pada gelaran Pilkada 2015, ia sudah memasuki masa pension. Sehingga dalam meramaikan pemilihan pucuk pimpinan Kabupaten Bantul nantinya sudah terbebas dari tugasnya yang sekarang.
“Untuk program yang nantinya akan prioritas antara lain yang perlu dibenahi dan dikembangkan meliputi pertanian, maritime karena Bantul memiliki laut potensial serta seni budaya” pungkas alumni Psikologi UGM ini. anjar
