Yang puasa tak hanya umat Islam, penganut lain, Kristen, Katolik,Protestan,Budha, Konghucu dan Tionghoa juga melakukan.


dok foto umat muslim sedang ibadah sholat

www.majalahburungpas.com sosial keagamaan, ternyata puasa tak hanya di lakukan oleh umat Islam namun juga di jalankan oleh umat yang lain meski berbeda.

Hal ini terungkap ketika group media ini mengadakan wawancara terkait  puasa yang berbeda penganutnya, seperti halya yang di paparkan Herianto Kurniwan, Puasa ramadan bagi umat Islam sudah di tentukan bulan dan jumlah puasanya, dan ini di yakni oleh umat muslim banyak memiliki barokah, puasa bagi umat muslim adalah sebagai wujud menahan diri dari rasa lapar dan haus yang di mulai fajar hingga terbenah matahari.

Selain hal itu puasa bagi umat muslim mengandung makna luas seperti, tidak melakukan perbuatan buruk dan dari segala hal yang bisa membatalkan puasa atau merusaknya, dan ini telah di atur dalam kitab  Suci AlQuran.

Puasa ramadan bagi umat muslim juga di akhiri sembayang pagi hari sekitar jam 06.30 atau di sebut sholat idul fitri secara berjamaah, baik di masjid atau lapangan juga tempat yang telah di sediakan panitia.

Rentetan ini kemudian saling bertemu sanak saudara  dan saling memaafkan yang di sebut syawalan/halal  bilhalal di hari raya  Idul Fitri.

PUASA VERSI AGAMA KRISTEN

Puasa bagi umat Kristen juga ada dan ini berbeda dengan agama yang lain, sebab umat Kristen berpuasa yang di artikan pertobatan melawan keinginan duniawi. Keinginan - keinginan tersebut bagi umat ini adalah  keinginan Daging .

Menurut  R.Herianto kurniawan Mba, Tokoh Perwacy DIY, juga di kenal pemilik toko emas Kranggan di jalan Solo Jogja, Dia mengungkapkan kepada pastvnews, Bahwa daging yang di maksud adalah manusia itu sendiri, sebab manusia itu berdaging "tandas Herianto atau juga di akrap di sapa Kohbing.  

Umat ini mengajarkan, berpuasa sebisa mungkin,tetapi tidak memberitahukan ke umum dan bagi yang puasa waktunya di rahasiakan, jadi tidak tentu kapan akan di lakukan atau kapan akan memulai. Para penganut puasa ini menyamarkan agar tidak terlihat berpuasa terhadap orang lain.

Oleh sebab itu Puasa Umat Kristen pada umumnya tidak di ketahui  oleh umat non kristen maupun media publik. Kemudian dari rentetan puasa umat kristen terjadi beberapa aliran, akan tetapi pelaksanaan dan tata cara yang berbeda, sedang tujuannya sama.

PUASA VERSI UMAT KATOLIK

Puasa versi umat Katolik adalah berarti makan kenyang satu kali sehari dalam 24 jam, kemudian juga 2 kali makan sedikit, sedang minumnya, tidak termasuk dalam rangkaian puasa.

Puasa bagi umat katolik, kini lebih menekankan dalam soal kenyang satu kali serta menahan hal -hal dari keinginan manusia terkait Duniawi, yaitu daging, seperti halnya puasa umat kristen di atas.

Lebih sefesifik umat katolik puasa ini pantang tidak mkan dan tidak minum, menahan nafsu, dan hal lain yang amat di sukai selama 40 hari menjelang paskah atau  di kenal masa pra paskah. Di samping puasa resmi, secara pribadi umat katolik juga di sarankan untuk berpuasa pada hari hari yang di sukai atau yang di pilih, hal ini sebagai ungkapan Tobat dan laku Tapa.

Selain berpuasa Gereja juga memiliki pantangan setiap hari Jumat sepanjang tahun, kecuali hari Jum’at tersebut bertepatan dengan hari raya gereja, dan ini dapat di lakukan umat katolik untuk berdoa. Kemudian umat katolik beribadat bagian dari kegiatan ini adalah banyak melakukan bakti sosial.

PUASA VERSI PROTESTAN

Puasa bagi umat Protestan  sama seperti umat kristen lainnya, namun umat ini juga menghindari (pantang) apa saja yang di sukai, seperti menonton TV, puasa mendengarkan lagu selama 1 minggu, atau 1 bulan, atau dalam waktu tertentu. Dengan demikian puasa ini merupakan puasa dalam segala hal, kemudian juga menjadi rutinitas para pemeluk alirannya.

Puasa agama  Kristen Protestan  secara resmi tidak ada pengumuman resminya sehingga hanya di atur oleh  pendeta masing masing  Gereja sebagai penggembalanya.

PUASA ORANG TIONGHOA

Puasa bagi warga Tionghoa, banyak  cara dan ini tergantung agama yang di anutnya, bagi yang muslim, jelas melakukan dengan cara Islam seperti pada umumnya dan sesuai ajaran Aquran, sedang katolik, kristen protestan  sesuai seperti di atas yang telah di paparkan.

PUASA ORANG TIONGHOA BERAGAMA BUDHA

Warga Thionghoa, kata Herianto Kurniawan, untuk yang beragama Budha dan Kong Huchu, biasanya hanya mengikuti  kebiasaan orang tuanya. Dan yang telah di lakukan secara turun temurun, tanpa membuat aturan yang bisa membuat keresahan atau pemaksaan aturan puasa yang di lakukan penganutnya.

Warga Thionghoa memilik toleransi terhadap agama yang lain sesuai keyakinan masing masing.  Saya berkeyakinan sebagai makluk Tuhan, kita akan di panggil dan di hakimi sesuai amal dan perbuatan kita kelak.

Pungkas Kohbing seraya “mengucapkan selamat menjalankan ibadah pusaa Romadlon tahun 1435 H/2014 bagi umat Muslim. “di tulis oleh group majalahburungpas/pastvnews “Tim red”

Sharing Berita

Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi