Kupat simbul pengakuan salah atau lepat
KUPAT SIMBUL KESALAHAN
Sosial dan keagamaan sajian majalahburungpas.com, hari Raya Iedul Fitri atau juga di sebut lebaran, sangat di tunggu bagi umat Islam dan ini merupakan momentum penting untuk saling bertemu sanak saudara dan keluarga, tentu saja momentum tahunan ini juga sangat berguna untuk menjalin tali silaturohim agar semakin memperkuat persaudaraan, apalagi bagi yang selama ini kurang dekat dengan keluarga sangat mujarap sebagai penghubung sosial yang multi efek plus. .
Sedang tanggal 1 satu Syawal adalah hari yang di manfatkan untuk saling meminta maaf juga memaafkan. Berkaitan dengan hari raya tersebut majalahburungpas.com, mengupas tentang Hikmah dan filsafat Kupat.
Bertajuk : LEBAR, LEBUR, LABUR, dan LUBER, Kupat bagi sebagian umat Islam/terutama orang Jawa telah di pakai sebagai perlambang kemenangan sejak zaman dahulu, Kupat yang terbuat dari Pelepah daun kelapa muda atau JANUR Kuning merupakan barang yang di anggap penting karena dapat sebagai perlambang kebaikan dan kemenangan dalam perjuangan.
Pertanyaaanya, apakah di hari raya Idzul Fitri ini kupat hanya sekedar tradisi serta simbul saja ? ataukah mempunyai makna lebih dari itu ?? “Mari pemirsa kita simak atikel ini.
Kupat yang bahannya terbuat dari Janur bagi Tentara Republik Indonesia terutama saat ada agresi militer oleh Belanda di Jogjakarta tahun 1949, juga manfaatkan oleh Tentara RI yang telah merangsek hingga TNI menang, kemudian para tentara memakai tanda Janur kuning yang di ikatkan di kepalanya,
kemudian masih banyak lagi cerita tentang perlambang yang memakai Janur, termasuk para mempelai/sepasang pengantin ketika akan melangsungkan pernikahannya atau hajatan ada tradisi yang demikian..
JANUR ‘kata orang Jawa mengartikan : JAN yang artinya Jelas, ( Jan Wis ngarani sejatine) sedang NUR /bahasa arab adalah: Cahaya. Sehingga arti lengkapnya JANUR di maknai yang sejati/petunjuk/pituduh dari Yang Maha Kuasa.
Sehingga Kupat itu di artikan LAKU PAPAT/Jalan Empat, kemudian bila di hubungkan dengan hari raya lebaran, ada juga yang memaknai Kupat tersebut NGAKU LEPAT/ menggakui salah.
Pemirsa yang terhormat, Kembali kepada hari raya lebaran Majalah burung Pas.com mengulas lebaran dengan arti yang pertama, LEBAR adalah ; Rampung/Ba’da. maka untuk hari pungkasan puasa di namai Hari lebaran (dina bada) orang jawa mengartikan Bodo dari kata Ba’da yang artinya rampung/selesai yang jatuh di hari raya Idzul Fitri satu Syawal, nah dengan selesainya puasa, yang terus lebaran tersebut karena umat Islam di bulan romadlon telah menjalankan syariat dan kewajiban, yang sesuai tuntunan AlQur’an yaitu surat Albaqoroh ayat 183. yang artinya diwajibkan atas kamu sekalian orang yang beriman untuk berpuasa….. dan seterusnya.
Meskpun Puasa sudah selesai, tentunya sebagai umat muslim jangan lantas lebar semuanya, akan tetapi justru itulah sehabis bulan puasa dapat meningkatkan kebaikan di segala bidang dan ketakwaannya kepada Alloh SWT. Jadi lebaran itu bukan milik orang yang mempunyai barang serba baru, dan mewah, atau memiliki makanan yang banyak dan enak enak, tetapi lebaran akan berakibat lebih baik bagi siapa saja dan kepada siapa saja, apalagi ibadah puasa merupkan bagian untuk meningkatkan bertaqwa terhadap Alloh SWT.
Yang kedua LEBUR artinya musnah/habis/menyatu, maka dalam makna lebur ini ketika umat Islam di bulan Romadlon, dimana Alloh akan mengampuni segala dosa, oleh karena itu hal ini cocok serta sesuai Sabda Nabi Muhammad SAW. Manshoma Romadhona imanan wahtishaban ghufirollahuma taghodama mindzambih yang kurang lebir terjemahnya, Barang siapa yang berpuasa dengan mengharap Ridho Alloh akan di ampuni dosa yang telah lalu.
Oleh karenanya para pemirsa, dengan berpuasa di bulan suci tersebut tentu bagi orang yang beriman harus lebih kuat imannya, sehingga berkaitan dengan lebaran yang berhubungan dengan manusia tentu juga, lantaran kita sudah saling memaafkan, berharap telah di LEBUR segala kesalahan, dengan demikian kita juga terbebas dari Api neraka setelah saling menyadari kesalahan dan kekurangan (saling maf memaafkan agar habis dosanya) .
HALAL BILHALAL
Di Indonesia dewasa ini telah berkembang Halal, bilhalal menjadi tradisi untuk saling bertemu antar angota keluarga, yang bertujuan menjalin silaturohmi/merekatkan dalam paseduluran/kekeluargaan, dan dalam bertemanan, sehingga pada intinya akan tradisi ini untuk tujuan NGLEBUR DOSA/menghilangkan dosa, di hari raya Fitri ini sepatutnya kita saling memaafkan. Meskipun seseorang apabila ada kesalahan tidak harus meminta maaf di bulan syawal.
Para pembaca yang budiman, jika kita ada kesalahan, sebaiknya cepat cepat dan harus paksakan untuk meminta maaf, namun kenytaanya mungkin juga banyak di ketahui memberi maaf kdang susah/berat. Tetapi apa bila ini di lakukan dengan niat yang tulus, orang yang pemaaf itu justru lebih utama dari pada yang meminta maaf.
Di hari yang Fitri ini, apabila kita legowo/iklas memberikan akan hal itu maka, ya inilah yang di sebut sudah terkena daya hari raya lebaran, karena memang bulan sebelumnya telah menjalani gemblengan/di godok, berlatih bersabar,serta pemaaf, juga pemurah dan sebagainya, telah didapati ketika sebulan penuh dalam pelatihan, oleh karena itu dengan memahami hal yang semacam ini, dapat di sebut sudah Lebur dan arti lainnya sudah kosong.
Sedang yang ke tiga kata LABUR jika kita maknai disuatu pekerjaan yang menggunakan cat/Labur yang berwarna Putih, yang kita umpamakan melabur tembok maka yang di LABUR dengan warna PUTIH itu, tentu akan menjadi putih bersih. Seseorang yang bersih tersebut kemudian kembali ke kesucian atau menang dari segala perang hawa nafsu/ (JIHADUL NAFS/ TZKIYAH ANNFAS)
Dalam ilmu Fisikologi, teori tabularas, menggambarkan kertas putih dan bersih. Hal ini juga sesuai dengan sabda Nabu SAW. Yang artinya kurang lebih, “barang siapa yang berpuasa karena Alloh dan bersungguh sungguh akan di ampuni segala dosanya seperti bayi yang telah lahir. (bersih dari dosa/putih)
KATA LUBER
Kata Luber adalah meluap/tumpah/bludak, oleh karenanya memaknai Luber tersebut kita umpamakan, Sedang mengisi ember dengan air bersih, tentu isian tersebut bila sudah penuh akan meluber, ini artinya, jika seseorang di bulan syawal ini yang sebelumnya telah bekerja dan mendapatkan berbagai hasil misalkan, maka, orang tersebut bisa meluberi ke kanan dan kekiri, yang arti jelasnya tidak pelit, sombong dan mau mengeluarkan sebagian rezekinya untuk berzakat, sodakoh, dll, nah dengan demikian bila rezeki sudah meluber kemana mana, tentunya yang di luberi juga menjadi dingin/anyep bahkan menjadi subur, dan yang meluberi juga semakin baik pula.
Berkaitan dengan ini “MIMMA ROYAKNAKUM YUNGFIKUUN yang artinya suka memberi kepada sesama, oleh karenanya, umat muslim yang telah dan mau berzakat tentu juga dapat untuk membersihkan diri.
“Hadits yang lain, perlu kita simak, yang artinya : Pahala seseorang masih tertahan di awang/awang/langit, sampai orang tersebut mau bayar zakat. Kemudian setelah seseorang mau berzakat baru di teruskan (LAUHIL MAHFUD) yang artinya, sebagian rezeki/uang/harta kita juga milik orang lain si miskin dan juga milik anak yatim.
Nah pemirsa, redaksi juga mengartikan LUBER ini bukan sebatas luber harta/uang akan tetapi juga bila seseorang mau memberikan dengan suka rela, menularkan ilmu yang bermanfaat perlu juga di sebarluaskan kepada sesama, terlebih ilmu tersebut sangat berguna bagi ke hidupan manusia, disamping pada akhirnya yang menularkan tadi juga sebagai amal jariahnya, yang pahalanya akan tetap mengalir terus.
Kesimpulan : Lebar/Lebaran adalah bukan sebatas milik orang yang mempunyai barang serba baru dan mewah, tetapi lebaran hendaknya orang Islam dapat bertambah Iman dan bertaqwa terhadap Alloh SWT.
Ke dua LEBUR (saling maaf memaafkan dan agar habis dosanya) .
Ke tiga, LABUR : Sehabis Romadhon yang telah melawanhawa nafsu lebaran yang sudah bersih ini hendaknya diisi dengan yang baik/putih.
Ke empat : Sehabis Bulan Romadhon hendaknya juga lebih pemurah, menyadari mau memberikan sebagian rezekinya kepada orang lain untuk si miskin dan anak yatim. Mau berzakat secara sadar. Juga mau memberikan ilmu yang bukan sebatas harta/uang, akan lebih bermanfaat.
Anda pembaca mau halal bilhalal dengan para pembaca ?? silahkan ketik di kolom komentar di bawah ini, atau bisa kirim via email ”tulisan anda akan kami tampilkan di stiker jalan atau di kolom kementara di bawah ini redaksi majalahburungpas.com mengucapkan selmata hari raya Idzul fitri 1433 H/2012.
