Inilah Bedanya Zakat Islam dan Sedekah Bagi Umat Kristen


R,HERIANTO KURNIAWAN

Media online - majalahburungpas.com warta social ibadah, Kewajiban zakat bagi orang Islam yang telah mampu  berzakat memiliki faedah yang besar, diantaranya adalah sebagai bentuk bantuan kepada fakir miskin dalam memenuhi kebutuhan – kebutuhannya.

Begitu pula untuk membersihkan jiwa orang yang mengeluarkannya sehingga memiliki sifat kasih sayang, kepedulian serta terbebas dari sifat yang tercela seperti pelit serakah dan sejenisnya akan timbul kepedualian.

Bapak R. Herianto Kurniawan MBA di Jogjakarta kepada media ini saat bincang bincang Dia mengatakan, salah satu kikir semisalnya orang Tionghoa sering menyebut sebagai TI GONG JI ( tabungan dari besi berupa ayam jago ) atau istilah lain  YI MAO BU BA  artinya sebagi bulupun tak tercabu Ini menggambarkan pelitnya seseorang.

Allah SWT menyebutkan dalam firmannya : “ Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, yang dengan zakat itu kamu akan membersihkan mereka dari akhlak yang jelek dan menyucikan mereka sehingga memiliki akhlak yang mulia serta berdoalah untuk mereka sesungguhnya doa kamu itu menjadi ketentraman jiwa bagi mereka dan Alloh Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui ( At Taubah : 103 ).

Dan untuk mengetahui sejauh mana kesempurnaan ajaran kedua agama ( Islam & Kristen ) dalam hal zakat ini, kalau dalam agama Kristen biasa di sebut dengan persepuluhan "Kata Herianto tersebut.

Berikut kami tampilkan pandangan masing – masing semoga menjadi pencerahan dan menjadi pedoman bagi kita semua.

Mengeluarkan zakat, menurut surat At Taubah ayat 60, setiap orang muslim harus memberikan zakat atau sedekah kepada fakir miskin, pengurus zakat, muallaf ( orang yang condong menjadi muslim ), musafir, fisabilillah ( keperluan agama, pesantren dll ).

Besarnya zakat atau sedekah yang dikeluarkan adalah 2,5 % dari kekayaan yang terkumpul dalam jangka waktu satu tahun.bedanya Memberikan zakat atau sedekah sebagaimana yang diwajibkan dalam Taurat dan Injil ( hal 42 – 43 ).

Dalam Injil perjanjian baru banyak terjadi penyempurnaan dalam segala hal termasuk pengaturan zakat yang sudah dilakukan umat manusia selama ribuan tahun yang lampau. Ini terjadi sebelum ditemukan kebudayaan manusia yang mengenal peradaban.

Pengaturan zakat dalam ajaran Al-Qur’an berbeda dangan persepuluhan dalam Bibel.

Jika berbeda tentu salah satu dari dua pasti lebih unggul dan lebih sesuai dengan kemajuan zaman. Untuk itu marilah kita bandingkan.

  1. Zakat dalam Al Qur’an, hanya diwajibkan setahun sekali atas barang – barang yang dimiliki selama satu tahun penuh yang nilainya telah mencapai batas – batas  ukuran yang disebut Nisab. Yang harus di zakati adalah emas dan perak ( At Taubah : 34 ), hasil pertanian ( Al An’aam : 141 ) laba perniagaan, tambang dan ternak.
  2. Persepuluhan dalam Bibel yaitu mengeluarkan 10 % dari hasil pertanian dan peternakan sebagaimana ayat tersebut. Persembahan persepuluhan ini dipercaya sebagaimana kita memberi persembahan kudus bagi Tuhan ( Imamat 27 : 30 – 32)

Pada jaman dulu aturan persepuluhan diatur oleh gereja mereka dan pemerintah. Jadi sekarang jangan heran bila di Negara – Negara maju  di Eropa dan Amerika bayak orang sekuler karena tidak ikhlas kalau gajinya dipotong untuk persepuluhan atau sedekah.

Ternyata yang sekuler berkisar 49 % artinya percaya Tuhan tapi tidak mau diatur oleh Pemerintah atau gereja.

 Bagaimana yang terjadi di Indonesia, menurut penulis disini juga banyak yang sekuler meskipun KTP memeluk agama tertentu. Untuk adat Jawa biasanya zakat senilai beras 2,5 Kg per orang, ini berlaku bagi masyarakat biasa yang sudah berpuasa.

Demikian kata R.Herianto Kurniawan saat bincang bincang dengan wartawan majalahburungpas.com sebelum datangnya bulan suci Ramadan 1436 H/2015. fid

Sharing Berita

Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


0){; ?>

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi