Halalal Bil halal kini makin praktis, juga menumbuhkan Inspirasi
SALAH SATU SYAWALAN DI LAKUKAN SECARA KOLOSAL SEHABIS SHOLAT IDUL FITRI
MAJALAH BURUNG PAS-Halaman Sosial, Kini halal bilhalal bisa lebih praktis, berbeda di zaman dahulu saat lebaran tiba sibuknya bukan main, karena sederet jadwal akan di datangi. Budaya halal bilhalal atau saling mengunjungi kerabat dan sanak saudara di kampung halaman akan menjadi lebih bermakna ketika kita bisa saling memaafkan.
Sekitar enam belas tahun terakhir, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta pantauan media ini terasa simple namun juga padat. Pelaksanaan halal bil halal sehabis idul fitri hanya di lakukan di masjid-masjid mushola, dan balai dusun atau balai desa.
Di zaman praktis ini ikrar halal bilhalal di awali dari ketua atau orang yang di pandang lebih tua mewakili jamaah, selanjutnya, sehabis prosesi ikrar di lanjutkan saling berjabat tangan kepada semua yang hadir. Sedang bagian untuk putri juga demikian berjabat tangan kepada sesama perempuan.
Kepraktisan memang akan bisa lebih menghemat waktu dan biaya selain bisa merata. Berbeda ketika zaman dahulu syawalan yang mengunjungi ke rumah masing masing waktunya terkadang tidak selesai dalam sehari, di tambah biaya yang besar.
Kegiatan halal bilhalal secara masal tersebut, kini juga mampu memberikan inspirasi plus bagi warga, karena setiap pertemuan di buka kontak amal dan infak, sehingga hasil dari infak tersebut dapat menjadi salah satu satu bentuk solidaritas untuk membangun daerahnya. *Bagaimana di daerah anda ? * rat/nur
