Wisatawan menyaksikan Labuhan merapi 2012
PARA ABDI DALEM DAN JURU KUNCI
Sleman - majalahburungpas.com, untuk kedua kalinya pasca erupsi merapi 2010 pada hari kamis 21 Juni 2012 kembali di lakukan upacara labuhan di lereng merapi.
Gelaran ini di lakukan sebagai napak tilas Almarhum Mbah Marijan yang melakukan labuhan. Lokasi labuhan merapi masih seperti pada tahun 2011 yakni berada di alas Bedengan.
Upacara inti di lakukan mulai jam 07.30 dengan pemanjatan Doa dan membuka sesaji. Kegiatan rutin tahunan setiap tanggal 30 Rajab untuk memperingati Jumengan Dalem (Naikan Tahta) Sri Sultan Hamengkubuwono X dengan tujuan pokok memohon perlindungan dan keselatan kepada yang Maha Kuasa. Labuhan merapi ini merupakan pengetan Jumenengan Ke 20 Sri Sultan Hamengkubuwono ke 20.
Acara ritual ini di ikuti oleh puluhan Abdi dalem Kraton Yogyakarta, bahkan warga juga mengikuti dan telah menanti di sekitar lokasi, selain itu membludaknya pengunjung untuk mengikuti acara juga di ikuti para wisatawan baik lokal dan turis asing. Rombongan menuju tempat acara sempat berhenti sejenak karena menungu yang lain. Juru kunci merapi atau putra Almarhum Mbah Marijan Ki Lurah Suraksosihono atau akrap di sapa mas Asih memimpin prosesi upacara di altar lereng merapi tersebut.
Sesaji Ubo Rampe termasuk kembang setaman di letakan,selanjutnya memanjatkan Doa Doa hingga 22 menitan di akhiri pembagian berkat yang berupa nasi putih beserta daging suwiran ayam kepada peserta.
Labuhan merapi ini agak berbeda dengan tahun 2011 sebab menurut Asih Ubo rampe ada yang berbeda yaitu semisal Sijang kawung kemplang yang di ganti sijang limar, Asih mengungkapkan meskipun ada perubahan, tetapi Dia juga kurang begitu paham karena hal itu menjadi wewenang Kraton. Selain juga mengikuti kondisi yang tak keluar dari alur dan pakemnya yang sudah turun temurun “ungkap Ki Lurah tersebut.
Adapun makna labuhan menurut sumber salah satu dari abdi dalem Kraton, bahwa prosesi ini merupakan simbolisasi antar makluk hidup dan alam di sekitar kemudian jelas segala sesuatunya terkait kehidupan Yang Maha Kuasa lah yang wajib di sembah. “Red”
