Upacara adat "Suran" Sleman di lakukan secara maraton"
Foto kegiatan "tradisi suran"
SLEMAN – Majalahburungpas.com, dua upacara adat yakni upacara adat Suran Mbah Demang di desa Banyuraden Gamping dan Bathok Bolu Alas Ketonggo di Purwomartani Kalasan yang digelar berurutan Sabtu dan Minggu tanggal 3 dan 4 Desember 2011 berlangsung meriah dan hikmat.
Wisatawan atau pengunjung tumpah ruah di kedua event tersebut menyaksikan kirab budaya dan atraksi kesenian. Disisi lain ketika diadakan tradisi inti dikedua event tersebut berlangsung khusyu dan hikmat.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Drs. Untoro Budiharjo, Senin 5 Desember 2011 di kantornya Jl. KRT Pringgodiningrat No.13 Beran Tridadi Sleman.
Untoro menambahkan bahwa fakta dan fenomena tersebut menunjukkan bahwa tradisi budaya lokal memang masih benar-benar eksis dan terinternalisasi dikalangan masyarakat lokal.
Hal ini mesti disyukuri bersama sehingga ke depan diharapkan event-event budaya dapat berkembang dengan lebih baik lagi.
Sementara menurut Kepala Seksi Dokumentasi dan Informasi Pariwisata Disbudpar Sleman Wasita, SS, MAP dinyatakan bahwa rangkaian agenda di kedua event tersebut berlangsung lancar sesuai dengan rencana semula.
Perlu disyukuri karena pada masing-masing puncak acara tidak terjadi hujan sehingga tradisi inti berjalan dengan hikmat dan khusyu.
Dalam puncak acar upacara adat Mbah Demang dilakukan Kirab Bregada Prajurit dan bregada masing-masing desa se Kecamatan Gamping yang dipimpin oleh pemangku adat Ki Murdiyanto.
Bregada prajurit yang mengikuti kirab tersebut diantaranya Bregada Bremara Geni, Bregada Mangkubumen, Bregada Delingsari, Bregada Mejing Kidul, dan Bregada Songsong Wirosuto.
Dalam prosesi tersebut turut dikirabkan pusaka-pusaka tinggalan Ki Demang diantaranya kitab Anbya, bende, “pepethan” atau foto Ki Demang Cokrodikromo, tombak, kopyah dan “kendi ijo”. Di Pendopo Joglo Ki Demang Cokrodikromo dilakukan “srokalan” atau sholawatan oleh segenap kerabat Ki Demang di akhiri dengan mandi tengan malam oleh segenap kerabat pada pukul 24.00 WIB di sumur petilasan Ki Demang.
Usai serah terima serangkaian pusaka tinggalan Ki Demang dan “kendi ijo” oleh sesepuh kirab Ki Murdiyanto kepada Abdul Qodir selaku sesepuh Trah Ki Demang kemudian dibagikan “kendi ijo” yaitu bungkusan sega gurih (nasi gurih), kacang tholo, peyek pethek kepada para pengunjung. Puncak acara berupa pagelaran wayang kulit semalam suntuk oleh 3 (tiga) dalang sekaligus dari Sanggar Widya Permana pimpinan Ki Triyono.
Ketiga dalang tersebut adalah Ki Suprapto yang juga sebagai anggota DPRD Kabupaten Sleman, Ki Budiharjo yang juga sebagai Camat Gamping, dan Ki Damar Asmoro Jati dari Sanggar Widya Permana.
Disisi lain puncak acara upacara adat Bathok Bolu Alas Ketonggo di Purwomartani Kalasan dimeriahkan dengan tarian gambyong dan fragmen dengan lakon “Sumilaking Pedut ing Alas Ketonggo”. Usai serah terima sesaji dan ubarampe dari pangarsa bregada Tugiran kepada Ki Mursidi selaku juru kunci Kraton Bathok Bolu Alas Ketonggo kemudian dilakukan doa bersama yang dipimpin oleh KH Umarul Yahya A Farouq. Dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit oleh dalang Ki Suhartono dengan lakon “Wirata Parwa”.-
”patma
