Syukuran adat di sumber panguripan Bejiharjo
WARGA MENGIKUTI UPACARA ADAT SYKURAN MASAL DI SUMBER KAWASAN GOA PINDUL
Gunungkidul – majalahburungpas.com warta budaya, Syukuran adat yang di gelar di kawasan wisata Goa Pindul Senin 8 April 2013 di banjiri warga setempat, bahkan wisatawan dari luar Gunungkidul pun juga hadir menyaksikan syukuran massal tersebut.
Acara rutin yang telah melegenda itu dalam rangka bersih kali, dimana sumber yang selama ini di pakai warga setempat, merupakan bagian dari sumber panguripan Gunung Bang,yang masuk wilayah Bejiharjo Karangmojo yang sangat vital fungsinya.
Kegiatan rutin setahun sekali pada bulan Jawa tepatnya pada hari Senin Pahing ini, merupakan bagian wujud syukur warga, karena dapat menjadi bagian untuk mempertemukan keluarga dan relasi, oleh sebab itu tak salah bila kami memaknai acara ini sebagai bagian Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, “Kata Yosapat Sadiyo sesepuh atau juru kunci sumber itu ketika memberikan ragam infonya kepada para awak media.
Lebih lanjut, Juru kunci ini juga memaparkan, dua sumber air lanang dan wedok merupakan sumber air yang terus mengalir dan tak pernah kering walaupun di masa kemarau panjang, selain itu kedua sumber air bersih ini juga menyatu dalam tempat tersendiri sehingga warga menyebutnya Comberan.
Masih menurut Yosafat, konon kabar yang beredar hingga saat ini masyarakat mempercayai bahwa dahulunya lokasi seputar sumber merupakan persinggahan Sunan Gunungjati saat menyebarkan Ilmunya di daerah Pegunungan seribu.
Sedang dalam setiap ritual seperti ini, bagi warga yang memiliki nazar dan berhasil dalam usahanya maka, lantas Dia membawa sejumlah Ubo rampe yakni, berupa hasil bumi seperti buah – buahan makanan yang di sajikan dalam wadah nampan alami yang telah di desain dan di namai encek yang terbuat dari pelepah pohon pisang sesuai kebutuhan.
Usai mengumpulkan ubo rampe maka sesepuh mengajak para hadirin untuk berdoa secara khusuk ke hadiratNya, acara ini memang telah melegenda dan menjadi tradisi dan budaya yang mampu mempersatukan warga sehingga setiap tahunnya kami kemas agar lebih menarik karena ini merupakan bagian dari kebudayaan.
Nah terkait para pengunjung yang sempat hadir dalam acara juga di persilahkan untuk mengambil makanan, baik secara individu maupun rombongan “pungkas juru kunci itu mengakhiri perbincangan dengan majalahburungpas.com “wah/fid”
