Ribuan Wisatawan Padati Lokasi Saparan Bekakak
penyembelihan bekak penganting jawa
SLEMAN-Majalahburungpas.com, Upacara Adat Saparan Bekakak, Jum’at 13 Januari 2012 dilaksanakannya kirab budaya. Kirab budaya tersebut melibatkan ogoh-ogoh, gendruwo dan wewe gombel, dan berbagai bregada prajurit, selain komunitas seni budaya, kesenian tradisional, juga terpantau 20 pasukan berkuda dan 20 kendaraan andong menjadi atraksi wisata dan menarik bagi pengunjung.
Demikian dinyatakan Kepala Seksi Dokumentasi dan Informasi Pariwisata Disbudpar Sleman Wasita, SS, MAP yang juga menjabat sebagai Plt. Kepala Seksi Promosi Wisata, Sabtu 14 Januari 2011. Fenomena membludagnya pengunjung pada acara Upacara Adat Saparan Bekakak tersebut menunjukkan bahwa event-event budaya yang dikemas dalam bentuk kirab budaya masih menjadi primadona bagi wisatawan.
Hal ini hendaknya menjadi tantangan tersendiri bagi pihak panitia penyelenggara pada khususnya dan instansi terkait serta stakeholder pariwisata di DIY untuk lebih membesarkan dan mengemas penyelenggaraan event-event budaya yang lebih baik dimasa mendatang.
Dari pengamatannya, ternyata cukup banyak wisatawan yang tidak bisa menikmati kirab budaya dengan baik dikarenakan keterlambatan datang ke lokasi sehingga tidak bisa mendekat akibat jalur jalan sudah ditutup. Semestinya wisatawan datang lebih awal sebelum pukul 14.00 WIB sehingga akan dapat memilih lokasi strategis disepanjang kirab budaya.
Sebelum kirab budaya, dimeriahkan dengan pertunjukan jathilan reog dilanjutkan dengan pemecahan kendi Tirto Dono Jati dan pelepasan burung merpati oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Drs. Untoro Budiharjo mewakili Bupati Sleman.
Adapun kirab budaya melibatkan berbagai sekolah, kesenian tradisional jathilan, berbagai bregada prajurit, alat teknologi pertanian sepertinya traktor dan huller, kelompok tani wanita, hadrah, gabungan kelompok tani (gapoktan), reog Ponorogo “Singo Barong”, 15 pasukan berkuda, 15 andong hias, pasukan Srikandi, pasukan bersenjata laras panjang, paguyuban pedagang pasar, barongsai “Naga Selatan” dan diakhiri dengan kelompok wewe gombel, ogoh-ogoh dan gendruwo.
Penyembelihan bekakak dilakukan dua kali, sepasang bekakak yang pertama disembelih di petilasan Ambarketawang dan sepasang lagi disembelih di petilasan Gunung Gamping Tlogo.- patma
Sharing Berita
Berita Terkait
- Penegasan komitmen K.G.P.A.A. Paku Alam IX dan keluarga besar Kadipaten Pakualaman, Tertuang dibuku warnasari
- 13 Januari 2012 Ogoh-Ogoh, Gendruwo dan Wewe Gombel bergentayangan
- Hari Ibu 22 Desember di peringati untuk perjuangan perempuan
- Gunungkidul Belajar Kelola Desa Wisata ke Sleman
- Bagaimana Mencegah Virus Alergi yang menyerang anak kecil ?
