Pameran Foto "Bertajuk Hyperfocal Distanc"
Karya Agus dan Heru
Majalahburungpas.com seni dan budaya, Hyperfocal Distance, sebagai momentum yang penting untuk membingkai pameran bertiga dari karya fotografi dari Adrianus, Heru dan Rosiq. Pameran ini merupakan hasil eksplorasi dan kerja intensif mereka bertiga. Dalam acara pameran ini Kurator: Netok Sawiji Rusnoto Susanto Pameran dibuka oleh Suwarno Wisetrotomo rencana Pembukaan: Jumat, 3 Februari 2012, pk. 19.00 WIB
Musik : Fellow Citizen. Hyperfocal Distance merupakan yang sangat popular dalam dunia fotografi. Secara harfiah dapat kita temukan dalam wacana seni fotografi sebagai jarak hiperfokus (terdekat) kamera dengan objek dengan tetap memiliki kualitas focus yang tajam ketika focus lensa berada pada titik tak terhingga atau semacam infinity focus.
Adrianus, Heru dan Roziq tampaknya menemukan kesetaraan perspektif mengenai problem humanistic dalam reprentasi personalnya.Adrianus mengolah perfeksi cahaya yang sesungguhnya dan sedang mengembalikan semua aspek organis pada intinya. Seperti manusia mengembalikan pada hakekat kemanusiaannya.
Sementara Heru, hanya berkutat mengenai masalah ‘agenda tersembunyi’ di masyakarat (kita) yang terbentuk (dan dibentuk) melalui proses kulturalisasi. Dimana wilayah privat dan non privat dari individu tercampur aduk dikarenakan harus mengikuti sistem yang ada dan mapan sehingga sampai ke dalam taraf ketidaksadaran.
Dan, Roziq menyoroti praktek kanibalisasi dalam sistem budaya yang berkembang di masyarakat.
Adrianus Windujati lahir di Jakarta, 23 Oktober 1973. Menyelesaikan studi di Fakultas Ekonomi UPN (1997) dan memperdalam dunia fotografi di Akademi Desain Visi (2001). Sejak tahun 2005 hingga saat ini dia menjadi fotografer lepas (freelance) di Bali.
Pameran fotografi yang pernah diikutinya ‘Lomography Indonesia’ di Grand Indonesia, Jakarta dan ‘Street Photography by Amateurs’ di Bali, keduanya di tahun 2010. Konsep Adrianus dalam berkarya adalah fotografi sebagai media penyampaian ekspresi yang berusaha tidak terbatasi bentuk atau aturan baku dan tidak melulu bersifat teknis.
M.A. Roziq lahir di Lampung, 28 September 1978. Mengambil jurusan fotografi di Akademi Desain Visi, Yogyakarta (2002). Pernah bekerja sebagai fotografer di Darwis Triadi Photography (2002) dan di Gramedia Majalah (2003), sampai akhirnya dia membuka usaha sendiri yakni Sinergy Photography dan Graphic Design (2005-sekarang). Beberapa aktivitasnya disamping pameran adalah sebagai juri lomba foto dan kontributor di beberapa majalah.
Prestasi yang tercatat di tahun 2006 – sebagai fotografer pilihan mingguan di sebuah situs online dan di tahun 2008 sebagai pemenang lomba foto model Ortindo.
Agus Heru lahir di Yogyakarta, 1977. Lulus tahun 2006 dari Jurusan Fotografi, Fakultas Media Rekam, ISI Yogyakarta. Aktivitas pameran di tahun 2011 adalah ‘Chuan Men; Austro Sino Arts Program’, Beijing, China. Festival Kesenian Indonesia (FKI), Solo. Young Art Taipei 2011, Taipei. Pameran fotografi ‘Angsana Party’, Singapore. Pameran seni visual ‘House of Markisa’, Yogyakarta. 2010 – Pameran seni visual ‘Art Jog’, Yogyakarta. 2009 – ‘Reunion’, FSMR, ISI Yogyakarta. ‘Sue Ora Jamu’, Solo. ‘Pesona Sumatera Barat’, Padang. "patma
