Merti Bumi Kaliurang Berlangsung Hikmat


Dok.Foto "ilustrasi prosesi"

SLEMAN – Media online PAS, warta budaya gelaran tradisi Merti Bumi Kaliurang yang diselenggarakan oleh warga masyarakat Kaliurang dan sekitarnya Sabtu 26 November 2011 di kawasan Tlogo Putri Kaliurang berlangsung hikmat. Hal ini menandakan bahwa tradisi tersebut memang dilaksanakan atas dasar kesadaran warga masyarakat dan merupakan wujud syukur atas karunia Tuhan yang telah dilimpahkan-Nya.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Peninggalan Budaya dan Nilai Tradisi (PBNT) Disbudpar Sleman Aji Wulantara, SH, Senin 28 November 2011 di kantornya Jl. KRT Pringgodingrat No.13 Beran Tridadi Sleman.

Aji menambahkan bahwa tradisi yang berkembang di masyarakat Sleman bukan atas dasar stimulasi dari pihak manapun termasuk dari pemerintah daerah, namun dilaksanakan atas dasar kesadaran, rasa syukur dan pengharapan akan berkah dari Tuhan yang lebih baik di masa mendatang.

Oleh karenanya diharapkan pelaksanaan Merti Bumi Kaliurang ini hendaknya menjadi contoh bagi komunitas dan warga masyarakat lain yang masih mempercayai akan nilai positif tradisi budaya seperti ini.

Disisi lain tentunya kegiatan-kegiatan tradisi seperti ini dapat meningkatkan kohesivitas sosial yang berujung pada kesadaran untuk menjaga kebersamaan dan kerukunan masyarakat.

Sementara itu menurut Ketua Panitia Merti Bumi Kaliurang Bejo Wiryanto, yang juga sebagai kepala desa Hargobinangun Pakem, dinyatakan bahwa agenda-agenda merti bumi dapat dilaksanakan dengan lancar sesuai dengan rencana.

Diantaranya pengambilan air suci dari 7 (tujuh) sumber oleh komunitas Pangesti Jawi, yaitu Sumber Siraman Lanang, Sumber Siraman Wadon, Sumber Tlogomuncar, Sumber Jubug, Sumber Kembang, Sumber Gondang dan Sumber Sari.

Serta kenduri wilujengan, program penghijauan di kompleks Museum gunungapi Merapi (MGM), dan penempatan sesaji di Tlogo Nirmolo dan Tlogo Muncar.

Sedangkan pagelaran wayang kulit pada Sabtu malam 26 November 2011 dilakukan oleh dalang Ki Dwijo Sancoko dengan lakon “Sesaji Bumi Pertiwi”. Menjelang kirab brata yang diikuti sekitar 150 orang dari komunitas Pangesti Jawi dan masyarakat setempat dilakukan serah terima lampu atau “lung tinampi ting” oleh pandega merti bumi Kaliurang Bejo Wiryanto kepada Sesepuh Pangesti Jawi Misran.

Lampu atau ting tersebut kemudian diikutsertakan dalam kirab brata sejauh 5 (lima) kilomeneter. Usai kirab dilangsungkan pesta nasi kuning dan krowotan atau rencah baritan.-patma

Sharing Berita

Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi