Keris bagian dari budaya Jawa
WATONO MENUNJUKAN KERIS YANG DI LAPIS EMAS YANG MEMILIKI LUK (LEKUKAN) JUGA ADA YANG LURUS ITU MENGGAMBARKAN SEBUAH KEHIDUPAN DI DUNIA
Kebudayaan Jawa memang adi luhung dan menjadi pemersatu dalam setiap kegiatan masyarakat.
Budaya yang baik tersebut banyak di tiru oleh sebagian orang yang juga bukan orang Jawa, dimana banyak di temui ikut menumbuh kembangkan budaya Jawa.
Salah satu dari bagian adat Jawa yang masih melekat adalah memiliki keris atau benda pusaka.
Keris ini sering di pakai (di sengkelit) oleh para mempelai pria yang akan melangsungkan pernikahannya, bahkan para prajurit kraton Jogja juga eksis memakai benda pusaka warisan leluhur saat pisowanan di Kraton.
Keris terdiri dari beragam luk atau bengkokan ada yang luk 3 luk 5 luk 7 luk 9 dan seterusnya, bahkan keris juga memiliki beragam luk (bengkokan) sedang keris lurus juga banyak di jumpai.
Keris - keris yang di bentuk luk atau liku liku itu menggambarkan sebuah kehidupan dunia, bahwa dalam kehidupan tidak semuanya bengkok tetapi juga terpampang lurus.
"demikian seperti yang di ungkapkan oleh Watono arif asal derman sumbermulyo Bambanglipuro Bantul yang menunjukan salah satu kerisnya kepada media ini awal Maret 2013 tersebut.
Sharing Berita
Berita Terkait
- Beternak penghasil madu lanceng prospeknya kian cerah
- Monumen perjuangan Taruna Akmil
- Ketoprak sampek engtay memadukan seni Tionghoa & Jawa
- Mbah Madyo Utomo tak kalah dengan yang muda
