Bersih dusun sarana perekatkan antar warga
KENDURI/RASULAN ALA PEDUKUHAN KEMUNING BUNDER PATUK GUNUNGKIDUL, DENGAN MEMBAGIKAN NASI DAN LAUK PAUK YANG DI BAWA PAKAI SARANG DARI DAUAN KELAPA.
Kebudayaan yang telah melekat di sebuah desa pasti menyisakan pengalaman menarik sehingga menjadi sebuah kenangan, meski demikian belum tentu ada istiadat itu sama sehingga ada istilah orang Jawa deso mowo coro (setiap daerah memiliki tatacara sendiri sendiri).
Seperti halnya pada muatan yang satu ini adalah sebuah hajatan besar yang di lakukan oleh masyarakat di Padukuhan kemuning patuk Gunungkidul, tanggal 27 Maret lalu melaksanakan bersih dusun atau Di sebut Rasulan.
Acara ini di gelar di balai pedukuhan mullai dari pagi hingga siang hari, yang di lanjutkan pentas seni yakni nanggap Jathilan dari daerah lain.
Suasana hajatan besar itu setiap tahun di lakukan sebagai salah satu wujud Syukur kepada yang Maha Kuasa atas keberhasilan dalam segala bidang dan pertaniannnya.
Dalam cara tersebut semua warga berkumpul dan kenduri yang masing masing membawa masakan yang lengkap dan di beri Doa oleh Kaum setempat.
Setiap orang yang datang lantas di beri makanan dengan wadah sarang yang terbuat dari daun kelapa dan tampak alami serta tanpa plastik.
Mdukuh Suhardi acara itu sudah menjadi agenda resmi dan kedepan acara itu akan di kemas agar mampu menarik wisatawan, karena daerah kami sudah menjadi Desa wisata "papar bapak Dukuh kemuning tersebut. Pur/run
