Perajin sangkar menghadapi persaingan ketat
perajin sangkar burung menghadapi persaingan ketat
Menjadi perajin sangkar burung baik derkuku perkutut dan ocehan sekan telah mendarah daging bagi pria yang satu ini.
Dia adalah bapak Man yang tinggal di Semanu Gunungkidul yang sudah mengawali atau merintis usaha persangkaran sejak 1969 yang lalu.
Ketika di jumpai majalahburungpas.com, Dia mengungkapkan pahit getirnya sudah saya alami, apalagi dulu saat dalam rintisan sehari saja kadang yang laku tidak imbang dengan kebutuhan, sedang bila laku hanya mendapat rupiah 1500 s/d 2500 sehari, dan itu saya masih nombok "paparnya kepada media ini.
Lebih lanjut pria berputra 2 itu juga melontarkan, sekarang generasi muda sudah pintar pintar, roda memang berputar, oleh sebab itu meski kaum tua kalah dan memikul beban berat menghadapi persaingan, saya tak mau bertompang dagu untuk terus berkiprah "kata bapak ini sambil menunjukan sedikitnya 8 orang perajin di daerahnya menjadi pesaing beratnya.
Tentu karena demikian itu maka saya hanya bisa mengandalkan pelayanan yang baik dan melengkapi dagangan sesuai kemampuan saya.
Berbeda bila para perajin yang lain justru jor joran bikin motif sangkar dan sistem marketingnya, sehingga itu menjadi bagian tips para perajin untuk menggaet pasar di luar daerah "pungkas pria itu awal april 2013 lalu . TEAM LIPUTAN
