Tanaman palawija cocok di lahan Kars berbukitan seribu
lahan tanah kars bukit seribu
Warta petani wilayah pegunungan seribu-majalahburungpas.com, Hutan Rph Bibal blok panggang, Girisuko Gunungkidul, yang wilayahnya dekat dengan Imogori Bantul, semula hutannya berwujud kayu sono, jati dan mahoni, tetapi sudah di tebang tahun 2002, kini tampak masih belum pulih.
Gerakan nasional rehabilitasi hutan dan lahan Gnrhl pada tahun 2003 yang di canangkan,hasilnya sudah mulai tampak sebab gerakan hutan kembali dengan spesifikasi pohon jati itu sudah mulai tumbuh subur, meskipun saat kemarau panjang lahan perbukitan gunung seribu ini masih terasa panas dan menyengat.
Salah satu warga yang ikut menggarap lahan dan di temui media majalahburungpas yakni bapak Senen mengungkapkan, untuk persiapan musim tanam 2012-2013, bibit tanaman yang cocok di Bibal ini hanya tanaman palawija,seperti kacang, jagung, padi gogo,dan ketela, kemudian untuk tanaman pertanian seperti tadi menjadi andalannya.
Lebih lanjut Petani asal Duwet Rt 05 Giriharjo panggang ini mengatakan, setiap lahan 1 HA di garap satu orang atau satu keluarga.
Karena wilayah pertanian ini berada di tanah tandus dan boleh di bilang paling selatan maka, sering dan setiap akan musim tanam tiba wilayah ini sering hujannya setiap akan musim tanam prosentrasi adalah yang terakhir, artinya saat daerah lain mulai hujan di sini belum, apalagi di daerah pegunungan lahan kritis seperti di sekitar gunung grinjing juga sama. Kata Senen.
Meskipun lahan kars ini memiliki 4 tanaman andalan, namun pada tahun 2012 lalu tanaman ketela tidak berhasil karena hujan menghilang lebih awal.
Tanaman jagung, kacang dan padi gogo 1 HA bisa mencapai 3 ton dalam setiap hektarnya, tetapi itu akan lebih baik bila arealnya agak landai karena airnya masih tersimpan, tetapi untuk di tempat saya hanya dapat 2 ton mas kemarin, hal ini karena ada faktor yang kurang beruntung "pungkas senen seperti pada percakapan 10 Oktober 2012 lalu dengan media ini. Red”
