Pembibitan ikan hias tak pernah sepi


Aligator salah satu koleksi ikan hiasnya

Perikanan sajian- majalahburungpas.com, Kelompok Buana Mina Pembibitan Ikan Hias Terbesar Di Yogyakarta Bagi penggemar maupun pedagang ikan hias tentu tak asing lagi dengan kelompok Buana Mina, Karena kelompok ini merupakan pembibit sekaligus peternak ikan hias terbesar di Yogyakarta, khususnya Bantul. Dari kelompok ini pula pasokan ikan hias DIY dan Jawa Tengah berasal  dapat di bilang tak pernah sepi.

Kelompok budidaya ikan hias Buana Mina terbentuk sejak tahun 1995. Berawal dari dua orang hobiis dan saat itu hanya dikerjakan sebagai sampingan. Namun karena melihat perkembangan dan hasil yang menggiurkan, warga Kadisoro kemudian beramai-ramai membudidayakan ikan hias.

Ketua II Buana Mina, ST Kriswanto kepada majalahburungpas menuturkan, kelompoknya tetap fokus melakukan pembibitan serta pembesaran berbagai jenis ikan hias, seperti koi, koki, gupi, black moli hingga aliggator gar serta 10 jenis lainnya. “Pembibitan ini terus kita galakan  hingga dalam satu minggu Buana Mina mampu menghasilkan 15 ribu ekor bibit ikan hias, dan setelah umur 2,5 bulan baru kita jual”ujarnya.

Ia menambahkan kelompok Buana Mina hingga saat ini telah memiliki pasar tetap baik pasar lokal Yogyakarta maupun Jawa Tengah. Seperti Solo, Klaten, Magelang, Purworejo dan Kebumen. Setiap bulannya para pedagang ikan hias dari kota-kota tersebut selalu meminta disuplai bahkan ada yang datang langsung ke Buana Mina.

Dari hasil pembibitan atau produksi ikan hias ini sekitar 5 ribu hingga 10 ribu kita jual kepasaran. Harga yang kita tawarkan pun relatif murah, mulai dari Rp 1.000,- hingga ratusan, tergantung dari jenis ikan hiasnya” lanjut Kriswanto.

Pasar Sempat menurun akibat erupsi Merapi. Akibat yang ditimbulkan terjadinya Erupsi Merapi beberapa waktu silam tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata dan perhotelan. Akan tetapi juga berdampabudidaya ikan hias, termasuk kelompok Buana Mina. Selama terjadinya letusan Gunung Merapi jumlah penjualan ikan hias Buana Mina mengalami penurunan hingga 50%. Mereka ketika itu hanya mampu menjual sekitar 2 ribu hingga 5 ribu ekor saja.

Saya bisa memahami karena pasar tetap kami mayoritas berada di sekitar Merapi, di mana daerah-daerah tersebut juga terkena dampak letusan Merapi. Sehingga pasar di sana juga lesu. Meski demikian toh mereka tetap mengambil ikan-ikan hias dari Buana Mina” ungkap Pak Kris panggilan akrabnya.

Namun seiring membaiknya kondisi saat ini penjualan ikan hias kembali bergairah, kelompok Buana Mina kembali merasakan manisnya hasil dari budiaya yang mereka tekuni. Kriswanto serta angota lain berharap mendapat perhatian pemerintah sehingga semakin berkembang.

Karena menurutnya kebutuhan ikan hias terus meningkat, bukan hanya diburu hobiis tetapi juga anak-anak.  Ikan hias-ikan hias yang saat ini dibudidayakan kelompok Buana Mina diantaranya Koi, Koki, Aliggator gar, Plati, Gupi, Black Moli, Slodeker, Marbel serta Golden. “Anjar

Sharing Berita

Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi