Membajak sawah dengan kerbau lebih ramah lingkungan di banding traktor
Pertanian – sajian majalahburungpas.com, Mengemburkan sawah zaman di modern sudah banyak yang menggunakan tenaga mesin disesel sehingga hasil membajaknya lebih cepat.
Meski demikian, belum tentu setiap daerah dapat menggunakan mesin traktor dalam mengemburkan sawahnya, hal ini karena ada lahan yang terdapat di lereng gunung dan sempit sehingga harus menggunakan hewan yang di kendalikan petaninya.
Seperti halnya di Desa Candran Imogiri Bantul yang pernah di ambil gambarnya ini banyak warga petaninya yang masih memanfaatkan kerbau untuk menggarap sawah.
Salah satu kelebihan memakai hewan sapi, dan kerbau adalah hasil kotorannya dapat menyuburkan sawah karena bisa sebagai pupuknya, sedang yang lain meski di lahan sempit sapi bisa di gerakan dan atau di kendalikan saat membajak di lokasi sempit dan bisa jalan sendiri.
Membajak dengan hewan cukup mengasyikan karena dapat menyatukan dengan para petani yang lain karena bisa berpindah pindah serta tidak ada tarif sewanya.
Berbeda dengan dengan handtraktor atau mesin bajak, meski memiliki keunggulan yakni cepat, tetapi tatkala di lahan yang sulit tak bisa di jalankan, selain sewanya besar yakni di hitung perhari, bahkan ada yang perjam, belum lagi bila bbm naik jumlah produksi akan melipat.
Jadi kalau petani yang miskin tentu memilih sapi atau kerbau saja yang ramah lingkungan dana saat garu berjalan tangkai bisa di naiki para petaninya agar dapat melumatkan hasil bajakannya.
Dua ( 2) tenaga bajak yakni teraktor dan hewan memiliki kelebihan masing masing, namun untuk kerbau atau sapi lebih terlihat original sehingga saat masuk dunia modern yang pada alih ke mesin kerbau justru menarik, apalagi bila kawasan pertanian itu ada di desa wisat,a tentu akan menambah view serta asyik bagi wisatawan manca negara maupun domestik. Fid/yn
