Mega Proyek pasir besi Kulonprogo, tanah pasca tambang makin subur, petani di untungkan
tanian jmi
Wates, Majalah Burung Pas.com, Kabupaten Kulonprogo, bakal menjadi daerah yang makmur. Beberapa bukti yang di lihat adalah pembangunan sector ekonomi dan sarana lainnya telah makin baik.
Salah satu program yang kini sedang di sosialisasikan untuk memajukan daerah ini, adalah pembanguanan dermaga ikan yang telah sebagian di bangun di bibir pantai, yang masuk di Karang wuni.
Pembanguan untuk meningkatkan ekonomi bagi warga, untuk jangka panjang adalah di bangunnya pilot proyek, yang sementara ini masih dalam proses amdal.
Pilot proyek yang akan mengolah sebagian potendsi pesisir pantainya itu adalah mega proyek dan industri pengolahan bijih pasir besi. Bijih pasir besi kedepan akan di saring dan di ambil untuk bahan pokok pembuatan baja. Bupati Kulonprogo Santoso Dipo, ketika menyampaikan kepada media ini, Kelak Kulon progo akan menjadi daerah terkaya di Diy.
Sebab memiliki pabrik baja yang terbesar di asia, dengan pembangunan ini shoow pasti ekonomi rakyat bisa meningkat, bahkan bisa turun temurun lebih makmur “Kata Bupati saat di temui majalah burung pas di kantor dinasnya beberapa waktu yang lalu.
MEGA PROYEK PASIR BESI
Di sebelah barat pantai Trisik merupakan lahan yang telah di bangun untuk mengawali mega proyek pasir besi. Di tempat ini pula juga telah di bagun sarana dan prasarana, yang di namakan PUSDIKLAT pertambangan PT.Jogja Magaza Mining,sebagai pilot projeknya.
Sedang pembangunan mini engine pengolah pasir besi sebelum pabrik beroprasi di tempat ini merupakan sebagai diklat calon tenaga kerjany, selain juga tempat arena sosialisasi pengolahan bijih pasir besi.
Tentu saja untuk maju dan berkembang tidak serta merta mendapat tanggapan lunak dari warga sekitar, akan tetapi juga ada yang menentang pembangunan ini, apalagi informasi yang di peroleh warga sangat minim, meskipun tak kurang–kurangnya perusahaan dan pemda mensosialisasikan pembangunannya, sehingga tak sedikit dari mereka tidak setuju adanya pengolahan pasir besi ini, karena akan mengganggu lahan pertaniannya. Melihat kenyataan ini pihak perusahaan dan pemerintah kabupaten Kulonprogo, bahu membahu lebih intensif menjelaskan mega proyek tersebut.
REHABILITASI TANAH GALIAN UNTUK PERTANIAN
Salah satu program yang di sampaikan Managenet PT. JMI. Yang membidangi Rehabilitasi tanah pasca tambang Bp. Mulyono, menyampaikan, kami menangani tanah, pasca tambang agar lahan dapat di pakai sebagai lahan pertanian kembali.
Penelitian, yang telah kami dapat melalui praktek budi daya tanaman, ternyata hasilnya tetap bagus, bahkan tanah lebih subur, tanaman juga dapat tumbuh dengan cepat serta layak.
Hasil yang dapat kami peroleh tanaman Tomat, Lombok, Brambang, dan lainnya saat memakai tanah pasca tambang tetap subur.
TANAH SUBUR, COCOK SEBAGAI LAHAN PERTANIAN PASCA TAMBANG
Tanah/pasir yang di pakai untuk lahan pertanian kembali ini, menjadi lebih padat, serta butiran tanah menjadi lebih lembut, nah dengan melihat yang demikian ini, tanah pasca pengolahan tambang tak ada masalah sebagai lahan pertanian kembali.
Tamanan lebih subur karena tanah yang lembut tadi mampu menahan air, sehingga akar tanaman menjadi kuat sehingga pohon akan tegap tidak mudah roboh. Sedangkan hasil tanaman subur, Karena tanah mampu menyimpan resapan air yang lebih lama, sehingga akar tanaman akan tetap, kuat serta mampu tumbuh dan berkembang, Karen air tidak langsung amblas, Dan anda tahu sendiri kan OOOM ? ini perlakukan sama, bibit yang sama, luas lahan yang sama, pupuk sama, perawatan juga sama hasilnya bedakan ? “ Tutur Mulyono sambil menujukan hasil pertaniannya di komplek PT.JMI tersebut,
TANAH ASLI PRA TAMBANG
Tanah yang sebelum di tambang memang sudah terbiasa sebagai lahan pertanian, akan tetapi, hasilnya berbeda. Tanah asli butiran tanahnya lebih besar, sehingga tidak mampu secara lama atau lemah saat menahan air.
Selain itu akar tanaman juga kurang kuat di banding yang sudah di olah, dengan demikian, wajar bila pohonnya kurang kuat pula. Dengan hasil dan temuan ini, kedepan warga pesisir pantai akan tetap memiliki area lahan pertanian, tetapi justru malah lebih subur.
Kekawatiran para petani penggarap lahannya, pasca tambang agak tersendat manakala kurang penjelasan, atau tidak mau menerima, keterngan, dan yang lebih tragis, mereka di susupi doktrin oleh orang yang tak sepaham kemajuan, yang menyampaikan tambang pasir besi merusak lahan pertanian. Dan perlu di ketahui penambangan, kelak tidak akan sedalam pertambangan lapindo Sidoarjo, akan tetapi hanya berkedalaman sekitar 6 meteran, oleh sebab itu ini perlu di pahami “tutup Mulyono. (Team fid

Kami ada ide metoda pengolahan lahan pasir yang kami yakin dapat dukungan dari petani pesisir. Email : cbp_mubs@yahoo.co.id
Balas