Dinas Pertanian Bantul Monitoring Ke Gapoktan
DIPERTAHUAN EDY SUHARYANTO
Warta pertanian, sajian majalahburungpas.com, Kelompok tani Wajar Jurug Bangunharjo Sewon sebagai kelompok penrima bantuan hibah dalam kegiatan penegembangan metode system of Rice Intensificatoin (SRI) program penyediaan dan pengembangan prarasana dan sarana pertanian tahun anggran 2012, Kementrian Pertanian mendapat kunjungan dari Dinas Pertanian Bantul.
Kunjugan dalam rangka monitoring dan evaluasi tersebut dipimpin secara langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Bantul, Ir Edy Suharyanto dengan di dampingi Kabid Ketahanan Pangan P2BN Ir Yunianti serta Ir Marjoko beserta rombongan, antara lain terdiri PPL.
Selain melakukan kunjungan ke kelompok tani Wajar, rombongan dari Dinas Pertanian Bantul juga melakukan monitoring kepada kelompok tani Sedyo Utomo, Widoro Bangunharjo. Kelompok tani Sedyo Utomo sendiri adalah peneima bantuan hibah dalam program sekolah lapangan Pengelola Tanaman Terpadu Padi non Peningkatan Produktifitas (SL-PTT) Model dalam Tahun Anggran 2012 juga.serta kelompok tani Sedyo Utomo Widoro Bangunharjo Sewon.
Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dipertahut) Bantul, Edy Suharyanto berharap hendaknya kedua kelompok tani, yakni kelompok tani Wajar serta Sedyo Utomo dapat memaksimalkan bantuan yang diterimanya. Selain itu bantuan tersebut juga harus di kelola dengan baik sehingga dapat meningkatkan produksi. Lebih dari itu, bantuan tersebut bisa dikembangkan, terutama terkait dengan alat-alat pertanian seperti traktor.
Lebih jauh Edy mengungkapkan monitoring ini merupakan kegiatan awal guna mengetahui perkembangan serta pengunaan paket bantuan pertanian. Mengingat dana ini dana bantuan hibah dan jumlahnya yang lumayan besar maka diharapkan jangan sampai disalahgunakan. Sehingga nantinya para petani dapat meningkatkan hasil pertaniannya.
Sementara itu ketua kelompok tani (Gapoktan) Tanu Mulyo, Bejo Hadi Raharjo mengatakan bantuan hibah ini berpaket pertanian di mana dana tersebut diperuntukan untuk membeli alat-alat pertanian, seperti traktor. Selain itu untuk membeli pupuk serta bibit padi. Dan ke dua kelompok tani yang tergabung dalam gapoktan Tani Mulyo, Wajar dan Sedyo Mulyo masing-masing mendapat bantuan Rp 43 juta dan Rp 64 juta.
Ditambahkan kepala Dukuh Jurug ini, bantuan yang diterima kelompok tani Wajar digunakan dalam pengembangan sekolah lapang dengan system SRI dengan varieties Situ Bagendit. Di mana sekolah lapang system SRI baru pertamakalinya ditanam di wilayah Sewon, bahkan Bantul. Sedangkan kelompok tani Sedyo Mulyo digunakan dalam pengembangan sekolah 'Model', yang bervarietes Impari, dengan mengunakan teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT).
Dijelaskan Bejo, system SRI yang masa tanamnya pada 30 April silam, ditaman oleh kelompok tani Wajar seluas 20 H, dengan anggota `130 orang direncanakan akan memasuki masa panen pada 15 April mendatang. Sementara kelompok tani Sedyo Utomo, yang beranggotakan 140 orang, menanam seluas 25 H. Dengan dipercayanya anggota gapoktan Tani Mulyo, ke depan diharapkan hasil produksi selalu mengalami peningkatan apalagi di dukung tim penyuluh yang handal. Anjar
