Crop Cirkel Minomartani karena tiupan angin, Batang padi ada yang keropos


FENOMENA CROP CIRKEL MENYERUPAI JEJAK KAKI RAKSASA

Minomartani Sleman, Minggu 15 Mei 2011 di Mlandangan Minomartani di temukan beberapa corp cirkel, di lahan pertanian sawah khas desa setempat. Corp Cirkel ini atau ada yang menamakan Ufo merupakan hal kedua setelah Ufo di Berbah beberapa bulan sebelumnya.

Bedanya, ini terjadi di sore hari, sedang di Berbah mungkin terjadi pada malam hari. Lokasi lahan pertanian yang kesapu Ufo ini mendadak menjadi pergunjingan warga sekitar, sehingga lokasi di kerumuni para penduduk, bahkan media masa.

Majalah burung pas.com, saat mengambil gambar setelah 5 hari dari kejadian, Ufo itu masih cukup ramai di datangi orang yang penasaran. Lokasi corp cirkel berada di pinggir sebelah timur perumahan Minomartani, yang merupakan lahan dan tanah bengkok bagi perangkat desa setempat.

Tanaman padi yang roboh dan seperti membentuk kaki raksasa manusia tersebut, hanya di alami padi yang masih hijau, sedang padi yang hamper panen atu yang menguning tidak terkena, sehingga tidak Rusak.  

Majalahburungpas.com, crop cirkel, yang terjadi di Minomartani Sleman, merupakan fenomena alam dan mengusik ketenangan para petani, sebab padi yang akan segera panen justru malah roboh. Kejadian itupun lantas mendapat sorotan,sehingga dari mas media dan pejabat yang terkait mendatangi untuk menelitinya.

Perhatian pun juga di lakukan oleh Polres Sleman beberapa hari yang lalu, hal ini agar dapat dan untuk mengantisipasi kerusakan yang lebih banyak, sehingga lokasi di pinggir sawah di pasangi polis line, agar warga dan masyarakat umum tidak berjejal memadati lokasi, yang akan berakibat menambah beban bagi petani. Padi yang hijau dan roboh tersebut terbagi 3 lokasi paling selatan, rusaknya sedikit, sedang tengah agak banyak, dan terakhir sebelah utara yang paling rusak dan banyak yang roboh hingga menyentuh tanah.  

Lahan pertanian sawah dan sebagian padi yang roboh  dan berada di timur komplek perumahan minomartani Sleman Jogjakarta, menjadi bahan pemandangan dan gunjingan. Areal pertanian padi tersebut kini menjadi tontonan warga, dan tak sedikit dari mereka mengabadikan suasana dengan alat yang mereka miliki, baik Hp. Kamera, Handycam dan lainnya.

Ketika media ini mencari Info tentang Crop Cyrkel, salah satu petani penggarap sawah Bapak Rebo Suwardi, ”mengatakan kejadiannya sekitar jam 16.00, minggu 15 mei 2011 hal ini di sebabkan karena alam.  Kronologi pada waktu itu saya masih di lahan  jam 14.30.WIB, dan belum ada kerusakan.

Pada hari minggu waktu itu cuaca gelap dan bercampur angin, dan akan hujan deras, “Nah karena suasana seperti itu, maka saya lantas pulang  “kata Bapak Suwardi. Satu jam lebih hujan dan telah mereda, barulah saya kembali kesawah dan terjadilah, seperti ini, dimana  tanaman padi garapan saya jadi pada tidur serta rusak “ imbuhnya lagi.

Selanjutnya petani ini juga menyampaikan, ini murni kejadian alam, oom ! sebab tak mungkin bila di kerjakan manusia dalam waktu sekejab, apalagi jam 14 lebih sedikit saya masih di sawah, tetapi karena cuaca ektrem dan angin yang meliuk tak beraturan, itulah bisa seperti ini, sehingga tidurnya padi, kami biarkan saja agar sampai tanaman padi bisa tua, namun bila tidak terlalu parah “ungkap bapak Rebo.

CROP CYRKEL MIRIP JEJAK TELAPAK KAKI MANUSIA

Di lokasi persawahan untuk yang paling utara ada 2 buah petak sawah yang rusak dan mirip jejak telapak kaki manusia, anehnya yang roboh tersebut besar dan tampak seperti kaki raksasa. Kejadian pada mulanya hanya sederhana saja, tetapi sejak rabu sore malah berubah lebih rapi membentuk seperti itu kata Rebo suwadi membeberkan sepengetahuannya. 

PADI MUDAH KEROPOS SEBAB TANAH DI PUPUK KIMIA TERUS

Saat media ini menanyakan beberapa hal akan pertaniannya, yang sudah mau di panen, Bapak ini memberikan keterangan, mudahnya  rusak, mungkin karena tanah sejak tahun 1980 an tanah tak di berikan pupuk alami berupa pupuk kompos/ kandang, sehingga padi kurang kuat sehingga ketika di terpa angin langsung roboh, dan bagi yang telah menguningpun tampak keropos batang bawahnya.

 

Jadi efek dari pupuk pabrikan terutama kimia, bisa berakibat tanah dan hasil tanaman seperti ini,oom !  berbeda dengan masa pupuk organic/kandang, tanaman tak mudah di serang hama, baik wereng, belalang dan lainnya, sehingga bisa panen.

Coba Mas lihat ! padi yang menguning ini bukan karena serangan hama, tetapi terjadi kekeroposan sejak dari batang paling bawah, dan pengalaman ini sudah sering terjadi tiap akan panen.

Jadi tanaman akan lebih hebat, bila para pakar pertanian bisa menciptakan pupuk yang ramah lingkungan, sehingga pada akhirnya petani tak akan selalu merugi  “kata Bp.Rebo yang menggarap sawah karena buruh tersebut.  fid    

Sharing Berita

Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi