Bisnis daun ketela menjanjikan, Sujiono tinggalkan ngojek
Sujiono sukses berkat bisnis daun ketela
Hasil pertanian-majalahburungpas.com, menyajikan Inspirasi tiada henti, Daun ketela pohon (Manihot esculenta Crantz) atau daun yang lebih beken di kenal daun ketela merupakan salah satu komoditas pertanian yang di hasilkan oleh para petani.
Pohon singkong serta daunnya juga dapat sebagai lahan bisnis di sector pertanian yang keberadaanya, cukup murah dan melimpah. Salah satu daerah penghasil ketela adalah Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta.
Ketika kru media ini menemui salah satu pengguna sekaligus pedagang daun singkong di Dusun Soko, Ngoro oro, Patuk, Gunungkidul bernama bapak Sujiono, Ia mengatakan bahwa daun singkong sangat bermanfaat sebagai bahan baku sayuran yang murah di rumah makan Padang.
Nah jangan heran apabila anda memakan olahan sayuran daun singkong di rumah makan Padang di Yogya,tentu hal tersebut merupakan hasil bumi dari para petani yang banyak di turunkan dari Gunungkidul.
Awal melirik usaha menjadi pedagang daun singkong yaa karena barang melimpah serta memiliki nilai bisnis yang cukup lumayan, sehingga saya tidak ragu dalam menangkap peluang usaha tersebut sebagai tempat lahan untuk berbisnis, bahkan kini pekerjaan itu telah saya lakoni menjadi pekerjaan pokok sebagai tempat menggantungkan dapur agar bisa ngebul “papar mantan tenaga laden tukang bangunan dan tukang ojek tersebut.
Sayuran berjari lima tersebut, kini seolah tak pernah sepi dari rumahnya, sebab tiap hari sedikitnya 6 orang secara rutin menjadi mitranya sebagai pengumpul daun singkong dari desa desa di sekitarnya.
Berbicara daun singkong, masa murah tentu ada pada musim hujan, namun seiring dengan murah dan kwantitas yang cukup maka harga juga tidak semahal di musim kemarau, yang satu ikat bisa tembus Rp.6000-10.000, sedang di musim hujan hanya sekitar Rp. 2500-3000 saja “beber Jiono kepada majalahburungpas.com ini.
Lebih dalam Jiono menyampaikan, setiap hari pedagang daun ketela yang menyetor pada dirinya mampu mengantongi hasil jual paling minim Rp. 40.000 dan terbanyak Rp.200.000 tergantung jumlah yang di setor "kata pria yang sukses berkat bisnis daun ketela tersebut.
Sujiono juga mengatakan,untuk menjadi pedagang, tak perlu malu dan bermodal besar, buktinya saya yang awalnya hanya bermodal jalan kaki, sekarang ketika mengangkut sudah pakai gerobak bermesin, nah saya juga perlu berbagi,bahwa usaha itu tidak musti di kota, sekarang zaman sudah cangih dan serba ada maka serius, tekun dan pantang menyerah itu adalah kunci utamanya, papar Jiono mengakhiri perbincangan 4 Maret 2012 yang lalu. AP/PUR
