Tradisi unik ruwatan dan sunatan arak kerbau bule


kerbau bule/kerbau putih di arak dalam ruwatan dan sunatan

Rabu 1 Mei 2013 di lokasi parkiran goa pindul Bejiharjo di gelar acara ruwatan yang cukup unik.

Acara gelar budaya ini sebagai ajang ruwatan karena desa wisata goa pindul pernah ada musibah wisatawan kecelakaan dan meninggal, atas dasar ini maka di gelarlah ruwatan agar menjadi tentram dan aman,selain hasil pertanian meningkat dan tentu saja permintaan ini di tujukan kepada Yang Maha Kuasa, karena event ini hanya bagian dari simbolis, demikian kata Bapak Suharto salah satu kru dalam  acara ini kepada majalahburungpas.com.

Selain itu acara ruwatan ini juga di gabungkan dengan sunatan atau khitanan putra Mbah Meyot galih bekti Pamungkas. Uniknya acara pra sunatan ini anak tersebut di masukan dalam tandu dan di hibur reog serta di iringi jiplakan prajurit kraton Jogja.

Setelah tabuh bende, maka tandu di arak untuk di sandingkan di lokasi kerbau bule  selanjutnya anak tersebut di kelilingi kerbau bule sekitar  6 putaran.

Acara arak arakan sejauh 500 meter dari lokasi parkir pindul ini, kemudian di lanjutkan mengarak 2 gunungan dan menuntun seekor kebo bule menuju Dusun gunung bang.

Gunungan yang berisikan hasil pertaninan tersebut sesmpainya di lokasi lantas di rebutkan oleh pengunjung. Sedang kebo bule seharga 14 jutaan itu  lantas di sembelih untuk di masak, karena memang itu bagian dari hajatan supitan. Liputan visual kebo bule mengelilingi anak yang akan di kitan dapat pemirsa lihat di PAS TV @fid

Sharing Berita

Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi