Serat Wedharaga, merupakan karya Ranggawarsito
Paku Alam ke IX dan Anggiastri
Jogjakarta, majalahburungpas.com, Jum’at 8 April 2011 di ruang Parakarso Pakualaman Yogyakarta di gelar sarasehan dan diskusi menarik. Serat Wedharaga merupakan karya Ki Ranggawarsito yang dapat sebagai serat acuan untuk diskusikan kepada para hadirin.
Dalam acara diskusi panel berkaitan dengan surat wedharaga. Diskusi dan penelitian di khususkan kepada para kawula muda dan generasi, yang kini kurang paham akan pendidikan tata krama/ungah-unguh ( sopan satun dll) kejawaan.
Hadir para nara sumber, termasuk penulis yang mengupas lewat hasil penelitian, Anggiastri Hanantyasary Utami,adalah yang menilisnya, sebagai bahan skripsi disamping tujuan tulisannya bisa lebih bermanfaat untuk membangaun generasi. Beliau Sri Paduka Paku Alam ke IX memberikan kupasannya sesuai tema penulis, selain membedah kebodohan yang telah lama di tekan oleh penjajah selama 350 tahun.
Penulis menyampaikan sesuai hasil ringkasan dan penelitiannya, bahwa serat Wedharaga sebenarnya memberikan Nasehat, pada anak muda untuk ngudari/melepaskan dan mengarahkan perilaku buruk mereka serta memperbaiki dengan cara membiasakan diri dengan kebaikan.
Di antara petuah dan inti dari Serat Wedaraga ini, ada 36 anjuran bagi anak muda untuk mencapai kebahagian dan keberhasilan. Pertemuan yang di mulai sejak pukul 19.30, dan berakhir jam 22 Wib tersebut, cukup memberikan gagasan bagi para peserta diskusi.
Kawula muda maupun para peserta yang selain anak muda, secara hikmat,mereka juga banyak memunculkan tanya jawab, sampai betul betul paham, apa yang di maksud ajaran wedharaga yang di bahas tersebut.
Redaksi media ini akan memuat hasil dari tulisan dan diskusi, namun karena peneliti akan merevisi dan mengedit terlebih dahulu, maka redaksi kali ini hanya memuat sebagian yang di cuplik ( menunggu lebih komplit, masih akan di muat)
Dalam pertemuan ini “Kata salah satu panityanya Bapak Rimawan, Peserta kali ini sangat banyak dan memang peserta juga antusias mengikuti, di luar itu, acara juga di liput oleh beberapa media, Baik TVRI Jogja, Jogja TV, majalah burung pas.com dan yang lainnya, "kami berharap ajaran yang baik ini dapat cepat tersebar melalui media sebagai bahan education "ujarnya.
Acara juga akan terus di gelar, tiap selapan sekali, atau hari Jum”at malam Sabtu Paing dengan tema -tema yang lain, berkaitan dengan Wedaraga yang tidak lepas dari tujuan yang baik buat pendidikan generasi muda “tutup Bapak Rimawan memberikan tanggapannya secara rilek dan serius ( fid )
