Jajaran Polda DIY Jamin Keamanan Warga
kapolda diy memberikan info kepada para awak media
Majalahburungpas.com, Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta, Brigjen (Pol) Haka Astana mengimbau seluruh masyarakat yang berada di wilayah hukum Polda DIY harus berhati-hati dalam segala hal, Karena tindak kejahatan makin beragam jenis dan modusnya, seperti gendam atau yang lainnya.
Dan kepada para pemudik sebaiknya juga hati-hati terhadap orang yang baru dikenalnya. Hal tersebut diungkapkan Haka Astana saat menjawab pertanyaan awak media terkait kondisi menjelang lebaran 2013.
Meski demikian, lanjutnya, seluruh personal kepolisian mulai dari tingkat bawah hingga jajaran di Polda DIY akan memberikan sara aman dan nyaman kepada masyarakat di Yogyakarta. Sehingga nantinya masyarakat akan dapat menjalankan dan raya idul fitri tanpa rasa khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Sementara itu ketika ditanya soal keamanan arus mudik dan arus balik, Haka Astana mengatakan pihaknya telah menyiapkan 2/3 personal untuk terjun langsung guna memberi rasa aman baik saat mudik maupun saat mereka kembali. Selain itu jajaran Polda DIY juga telah memetakan beberapa titik yang diindikasikan akan terjadi titik rawan kemacetan.
Titik rawan tersebut diantara di Polresta Yogyakarta telah dipetakan 13 titik rawan kemacetan, Polres Bantul 3 lokasi, Polres Kulon Progo 1 lokasi dan Polres Gunung Kidul 1 lokasi.
Kapolda menambahkan karena Yogyakarta sebagai kota jalur mudik dan daerah tujuan wisata, sehingga Yogyakarta menjadi kota perlintasan pihak akan siap selama 24 jam. Selain menempati personal di pos-pos yang tersedia, jajaranya juga secara rutin akan melakukan patrol hingga perbatasan Jawa Tengah. Oleh karena semuanya anggota kepolisian, selama operasi “Ketupat Progo 2013” tidak ada yang diijinkan mengambil cuti.
Dan untuk menjamin keselamatan pemudik ataupun penumpang di wilayah hukum Polda DIY yang mengundangkan armada umum atau bus, kepada para sopir telah dilakukan tes urine. Diharapkan dengan tes urine ini tidak pengemudi yang menjalankan armadanya dalam kondisi pengaruh obat-obatan terlarang. “anjar
