Gagal cari kerja karena skill tidak memadai


dalam seminar

Majalahburungpas.com, Sekitar  50% tenaga kerja Indonesia tidak diterima di dunia kerja.Karena mereka tidak memiliki skill atau keahlian yang sesuai harapan perusahaan.

Parahnya, dunia pendidikan kita belum banyak yang memberi bekal ketrampilan sehingga mereka tidak mampu bersaing dengan tenaga kerja dari luar negeri. Hal tersebut dikatakan wakil direktur sekolah Vokasi UGM, Wikan Sakarinto.

Wikan menambahkan jumlah angkatan kerja produktif, yakni berusaha 20-55, di Indonesia  saat ini sangat tinggi. Namun banyak angkatan kerja yang gagal ketika mereka bersaing dalam dunia kerja. Kegagalan mereka karena skill yang dimiliki tidak sesuai kebutuhan perusahaan.

“Yang dicari perusahaan adalah tenaga kerja yang memiliki kemampuan dan ketrampilan yang sesuai. Bukan sekedar gelar. Oleh karenanya untuk bersaing dibutuhkan sofskill” ungkapnya.

Ada berbagai cara untuk meningkatkan skill, sambung Wikan, salah satu dunia pendidikan. Dan Sekolah Vokasi (SV) UGM saat ini telah memberi bekal kepada para mahasiswanya agar nantinya siap bersaing dengan para tenaga ahli.

Tahun 2015, di era keterbukaan, banyak tenaga ahli yang akan masuk ke Indonesia. Mereka mencari kerja di Indonesia dengan bekal ketrampilan dan keahliannya.

Sementara itu Direktur sekolah Vokasi UGM, Hotma Prawoto Sulistyadi mengatakan untuk menjawab tantangan kebutuhan pasar tenaga kerja saatnya berorientasi pada pencapaian kompetensi, skill dan knowledge. Jangan sampai hanya ternina-bobokan oleh gelar dan ijazah. Untuk itu Sekolah Vokasi UGM akan mewujudkan SDM bangsa yang bermartabat danberkualitas. anjar

Sharing Berita

Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi